Cirebon (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kota Cirebon, Jawa Barat, menghidupkan kembali area perpustakaan mini di kawasan Alun-Alun Kejaksan sebagai upaya memperluas akses literasi bagi masyarakat melalui penyediaan ruang baca di ruang publik.
Kepala Dispusip Kota Cirebon Mastara di Cirebon, Senin, mengatakan revitalisasi perpustakaan mini tersebut saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
"Kondisi saat ini sudah kurang lebih 90 persen selesai, mulai dari pengecatan, lalu juga ada air conditioner, lalu bocor-bocor sudah ditambal," katanya.
Menurut dia, sejumlah pembenahan telah dilakukan untuk mengembalikan fungsi perpustakaan yang selama beberapa tahun terakhir tidak lagi dimanfaatkan sebagai sarana membaca masyarakat.
Selain pembenahan bangunan, pihaknya juga menata area sekitar perpustakaan dengan menambahkan sejumlah tanaman agar lingkungan fasilitas tersebut menjadi lebih nyaman dan asri.
Mastara mengatakan tahapan pekerjaan yang masih berlangsung saat ini adalah penataan koleksi buku, yang ditempatkan di dalam perpustakaan sebelum dibuka kembali untuk masyarakat.
"Sekarang juga sudah ada tanaman di sekitarnya, tinggal penataan buku-buku yang akan dilakukan minggu ini," ujarnya.
Ia menuturkan pengaktifan kembali perpustakaan mini tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan sarana edukasi yang mudah diakses masyarakat, terutama anak-anak yang beraktivitas di kawasan Alun-Alun Kejaksan Kota Cirebon.
Keberadaan perpustakaan di ruang publik, kata dia, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya budaya membaca sekaligus menjadi ruang belajar yang ramah bagi keluarga.
Untuk mendukung operasional fasilitas tersebut, Dispusip Kota Cirebon saat ini juga melakukan inventarisasi dan seleksi koleksi buku yang akan dipajang di perpustakaan.
"Perpustakaan ini menjadi trigger, kita juga sedang menginventaris buku-buku yang akan dipajang di sana," katanya.
Mastara menambahkan pihaknya turut melakukan fumigasi atau penyemprotan antirayap, setelah mendapati sebagian besar koleksi buku lama mengalami kerusakan akibat serangan hama.
Ia menekankan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan koleksi buku baru yang akan ditempatkan tetap terjaga dengan baik, saat perpustakaan mulai beroperasi kembali setelah peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon.
"Di samping mempersiapkan sarana dan prasarana, saya juga melakukan fumigasi atau penyemprotan rayap, karena kalau di Cirebon sendiri rayapnya itu berkembang dengan cepat," katanya.
Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































