Bandung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat menyebut korban keracunan yang diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang per Kamis pagi tercatat sebanyak 230 orang sudah tertangani.
Kepala Dinkes Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengatakan pihaknya terus memonitor kasus tersebut dan telah berkoordinasi dengan Dinkes KBB.
"Kita terus lakukan koordinasi dan monitoring dengan Dinkes setempat. Dan sampai saat ini semua sudah tertangani di sana," ujarnya di Bandung, Rabu.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes KBB Lia Nurliana Sukandar menyatakan korban keracunan berasal dari SDN 2 Cibodas, SDN Buahbatu, SMPN 4 Lembang, dan SMK Putra Nasional Cibodas.
Saat ini sebagian besar korban telah pulang ke rumah masing-masing dan sebagian kecil lainnya masih dirawat di posko penanganan darurat.
Beberapa tempat yang sempat menjadi posko penanganan darurat adalah Puskesmas Cibodas, Klinik Sespim, Posko Desa Cibodas, dan RSUD Lembang.
Baca juga: Seluruh siswa Saptosari DIY sehat kembali usai keluhan hidangan MBG
Sekretaris Desa Cibodas, Yuyu Wahyu, mengatakan hingga saat ini masih ada 10 anak yang dirawat di posko kesehatan.
Menurut dia, sebagian besar pasien mengalami gejala mual, pusing, dan sakit perut. Beberapa anak yang sebelumnya sudah pulang dari rumah sakit kembali datang ke posko karena kondisi tubuh kembali drop.
Yuyu menambahkan, 10 pasien yang saat ini dirawat di posko merupakan pasien baru yang datang pada pagi hari.
"Tadi malam sekitar pukul 02.30 WIB hanya tersisa dua orang, tapi pagi ini bertambah lagi jadi 10 pasien," ujarnya.
Keracunan yang diduga dari MBG itu terjadi di empat sekolah di KBB pada Selasa (28/10). Mereka mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG.
Adapun sajian MBG yang dikonsumsi para korban di antaranya nasi, rolade, sayur, dan buah-buahan.
Baca juga: BGN ingatkan SOP pengolahan bahan baku MBG untuk cegah keracunan
Baca juga: Minum air dan simpan sisa makanan jika alami dugaan keracunan MBG
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































