Jakarta (ANTARA) - Pengamat transportasi Djoko Setijowarno memprediksi mudik Lebaran 2026 sebagai kebutuhan kultural tidak akan turun drastis, meskipun daya beli masyarakat sedang menghadapi tekanan akibat inflasi atau penyesuaian subsidi.
"Prediksi mobilitas mudik lebaran 2026 di tengah kondisi ekonomi saat ini menunjukkan fenomena mudik tetap jalan, dompet tetap perhitungan," ujar Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat itu dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, jika pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) masyarakat cenderung menahan diri karena faktor cuaca ekstrem di akhir tahun atau persiapan biaya sekolah semester genap, pada Lebaran 2026 pergerakan akan didorong oleh pencairan THR dan tradisi tahunan yang lebih kuat.
Djoko memprediksi mudik lebaran 2026 akan tetap menjadi puncak pergerakan manusia terbesar di Indonesia, berbeda dengan kondisi Nataru 2025/2026 yang terasa melambat di beberapa titik.
Menurut dia, natal dana tahun baru bersifat opsional dan lebih ke arah wisata, sedangkan mudik lebaran adalah kewajiban kultural dan religius yang sifatnya non-negosiasi bagi mayoritas penduduk.
Dia mengatakan, kelancaran pada saat Nataru 2025/2026 belum tentu akan berlanjut di kegiatan mudik lebaran 2026 mengingat perilaku perjalanan keduanya berbeda.
Baca juga: Ini solusi alihkan pemotor ke transportasi lain saat mudik lebaran
"Musim Nataru kebanyakan berwisata dan pengguna sepeda motor antar kota jarak jauh cenderung sangat rendah," ujar dia.
Beda halnya dengan mudik lebaran, pemudik lebih dominan ingin pulang kampung halaman bertemu keluarga dan perjalanan sepeda motor jarak jauh sangat banyak.
"Orang yang bermobilitas juga akan lebih banyak saat mudik lebaran ketimbang Nataru," kata Djoko.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, realisasi jumlah orang yang melakukan perjalanan dalam dan antarprovinsi se-Indonesia pada masa Lebaran 2025 mencapai sekitar 154,6 juta orang, turun 4,69 persen dibandingkan dengan realisasi 2024 yang sebanyak 162,2 juta orang.
Menurut Kemenhub, penurunan yang tidak signifikan tersebut tidak terkait dengan penurunan daya beli.
Adapun jumlah total pergerakan masyarakat yang terjadi secara nasional pada angkutan Lebaran 2025 pada 21 Maret 2025 sampai dengan 11 April 2025 adalah sekitar 358.211.415 pergerakan. Data ini merujuk pada mobile positioning data (MPD) operator seluler.
Baca juga: Jelang Idul Fitri 2026, Pelni siap ajukan penambahan kuota BBM
Jumlah realisasi penggunaan angkutan umum pada angkutan Lebaran 2025 pada 21 Maret-11 April 2025, merujuk pada data aplikasi strategi hub Kemenhub dengan cut off data pukul 00.00 WIB adalah sebanyak 27.505.543 penumpang atau naik 8,50 persen dibandingkan 2024 sebesar 25.349.916 penumpang.
Lalu, untuk proyeksi jumlah orang yang melakukan perjalanan dalam dan antarprovinsi se-Indonesia pada masa Lebaran 2026, masih dalam perhitungan.
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































