Tanjungpandan (ANTARA) - Tim Damkar BPBD Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berhasil memadamkan kebakaran lahan kering di Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan pada, Sabtu (11/7) pukul 13.10 WIB.
"Alhamdulillah, kebakaran lahan di Desa Dukong, Tanjungpandan seluas satu hektare berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar BPBD Belitung," kata Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison di Tanjungpandan, Sabtu.
Ia mengatakan, peristiwa kebakaran lahan tersebut terjadi pada pukul 12.05 WIB sampai pukul 13.10 WIB.
Baca juga: Kebakaran di Gunung Puncang Jatim hanguskan lahan seluas dua hektare
Tim Damkar BPBD Belitung, katanya melanjutkan, menerima laporan Pos Damkar BPBD Belitung dari seorang warga yang melihat peristiwa kebakaran lahan tersebut.
"Regu Piket II Damkar BPBD Belitung langsung menuju ke lokasi kejadian dan melakukan pemadaman," ujarnya.
Zainal menyebutkan, berkat kesigapan tim Damkar BPBD Belitung Si Jago Merah berhasil dipadamkan dan tidak meluas membakar lahan kering di sekitarnya.
"Kondisi sudah hijau api berhasil dipadamkan dan total luas lahan yang terbakar kurang lebih sekitar satu hektare untuk penyebab api belum diketahui," katanya.
Baca juga: Manggala Agni temukan karhutla seluas 7 hektare di Rokan Hilir Riau
Ia mengimbau masyarakat di daerah itu mewaspadai potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan karena sudah memasuki fase musim kemarau.
Hal ini ditandai dengan kondisi cuaca panas terik dan angin kencang, meskipun masih ada potensi hujan.
BPBD Belitung mengimbau masyarakat tidak membakar lahan atau hutan serta membakar sampah tanpa pengawasan, masyarakat dilarang memperluas lahan perkebunan dengan cara membakar karena dikhawatirkan api akan meluas.
"Kami mengajak masyarakat mari bersama-sama menjaga potensi kebakaran hutan dan lahan, jika terjadi kebakaran hutan segera melapor ke pos Damkar," katanya.
Baca juga: Menteri LH: Perusahaan pemilik konsesi wajib jaga lahan dari karhutla
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































