Kota Bandung (ANTARA) - Badan Pengelola (BP) Kawasan Cirebon–Patimban–Kertajati (Rebana) menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada investor dan pelaku usaha Selangor, Malaysia, dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang digelar di Kota Bandung.
Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya, mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempromosikan potensi investasi Jawa Barat, khususnya kawasan Rebana Metropolitan yang dinilai memiliki prospek besar bagi investor regional.
“Kerjaan saya di Rebana adalah mempromosikan dan mengundang investor. Minat yang muncul luar biasa bagus. Tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan mempermudah perizinan, mengurangi birokrasi, dan menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan,” kata Helmy di Bandung, Sabtu.
Ia menjelaskan Rebana Metropolitan mencakup tujuh kabupaten dan satu kota dengan populasi sekitar 10 juta jiwa serta memiliki empat kawasan industri seluas sekitar 43 ribu hektare.
Baca juga: Investasi Rebana melejit 57 persen jadi magnet ekonomi baru Jabar
Ia menyebut saat ini tingkat keterisian kawasan industri tersebut masih di bawah 10 persen sehingga peluang investasi masih sangat terbuka.
“Artinya kami masih memiliki potensi investasi yang sangat besar. Investor dapat berinvestasi di berbagai sektor,” ujarnya.
Helmy menyebut kawasan Rebana menjadi salah satu koridor ekonomi paling siap berkembang di Indonesia karena didukung infrastruktur strategis seperti Bandara Internasional Kertajati, Pelabuhan Patimban, serta jaringan jalan tol yang terintegrasi.
Menurut dia, Jawa Barat juga merupakan tujuan investasi terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 47 juta jiwa dan tenaga kerja mencapai 26 juta orang.
“Pada 2025, nilai ekspor Jawa Barat tercatat mencapai sekitar 38,45 miliar dolar AS. Dengan kerja sama yang lebih kuat, saya yakin angka tersebut dapat meningkat secara signifikan,” katanya.
Baca juga: DPRD Jabar dorong pemerataan investasi di kawasan Rebana
Sementara itu, Group CEO Menteri Besar Selangor Incorporated, Mej (K) Dato’ Ts. Saipolyazan M Yusop, menegaskan Indonesia merupakan mitra ekonomi strategis Selangor dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi ASEAN.
Menurut dia, potensi kerja sama antara Selangor dan Indonesia mencakup berbagai sektor seperti energi terbarukan, manufaktur maju, industri halal, logistik, ekonomi digital, layanan kesehatan, kedirgantaraan, pendidikan, kota pintar, hingga ketahanan pangan.
“Selangor siap menjadi pintu gerbang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar Malaysia dan ASEAN,” katanya.
Ia menambahkan Selangor memiliki ekosistem bisnis yang matang dengan dukungan infrastruktur, tenaga kerja terampil, sistem logistik yang kuat, serta lingkungan investasi yang ramah investor.
Melalui SIBS ASEAN 2026, Selangor berharap dapat memperkuat kemitraan bisnis, investasi, dan integrasi ekonomi regional antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dengan Jawa Barat dan kawasan Rebana.
Baca juga: Menparekraf dukung ekonomi Kawasan Rebana lewat pengembangan wisata
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































