Ciri hubungan "toxic" keluarga dan dampaknya bagi kesehatan mental

3 days ago 4

JAKARTA (ANTARA) - Hubungan dalam keluarga tidak selalu bebas dari dinamika konflik. Kendati demikian, apabila kritik, kontrol berlebihan, hingga pelanggaran batasan pribadi terjadi secara berulang dan menimbulkan tekanan emosional, kondisi tersebut menjadi indikasi hubungan yang tidak sehat (toxic family).

Melansir laporan Healthline, hubungan keluarga yang tidak sehat ditandai oleh pola perilaku negatif yang berlangsung terus-menerus dan sulit diselesaikan, bukan sekadar dipicu oleh satu kali perselisihan.

Berikut beberapa tanda utama hubungan keluarga yang sudah tidak sehat:

Baca juga: 8 cara bijak hadapi toxic parents untuk kesehatan mental lebih baik

Baca juga: Cara hadapi orang manipulatif dan suka bohong

Konflik serupa terjadi berulang kali
Dalam hubungan keluarga yang sehat, setiap individu dapat mengakui kesalahan, meminta maaf, serta berupaya memperbaiki perilaku setelah terjadi perselisihan.

Sebaliknya, pada hubungan yang tidak sehat, konflik dengan topik yang sama terus berulang meski telah berkali-kali dibicarakan tanpa ada solusi konkret.

Abaikan batasan pribadi (personal boundaries)
Pelanggaran batasan pribadi secara konsisten merupakan tanda hubungan yang tidak sehat. Bentuk pelanggaran ini antara lain pemaksaan untuk membahas urusan pribadi, datang tanpa pemberitahuan, mencampuri urusan rumah tangga, hingga mengabaikan penolakan secara tegas.

Penetapan batasan sejatinya berfungsi untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan mental antaranggota keluarga.

Kontrol berlebihan terhadap pilihan hidup
Indikasi hubungan yang tidak sehat juga terlihat dari upaya mengendalikan keputusan penting anggota keluarga, seperti menentukan pasangan, karier, pengelolaan keuangan, tempat tinggal, hingga pola pengasuhan anak.

Dalam kondisi ini, dukungan atau kasih sayang keluarga sering kali hanya diberikan apabila tuntutan tersebut dituruti.

Perilaku merendahkan dan kritik destruktif
Interaksi yang secara konsisten membuat seseorang merasa rendah diri, malu, atau tidak berharga menjadi sinyal bahaya.

Baca juga: Toxic parents: Ciri-ciri, penyebab, dan dampak negatif bagi anak

Kebiasaan meremehkan pencapaian, mengkritik penampilan dan pekerjaan, serta memanfaatkan kelemahan pribadi untuk menyerang dapat merusak rasa percaya diri seseorang secara perlahan.

Adanya tindakan intimidasi dan kekerasan
Hubungan keluarga yang tidak sehat dapat melibatkan kekerasan fisik, verbal, emosional, maupun seksual. Bentuknya meliputi ancaman, penghinaan, panggilan yang merendahkan, hingga manipulasi psikologis (gaslighting).

S​​​​​​egala bentuk kekerasan tidak dapat dibenarkan meskipun dilakukan oleh anggota keluarga sendiri.

Dampak penyalahgunaan zat dan alkohol
Penyalahgunaan alkohol atau zat terlarang yang memicu perilaku agresif, kekerasan emosional, penelantaran, serta ketidakstabilan kondisi finansial dan emosional keluarga merupakan bentuk hubungan yang tidak sehat.

Kondisi ini makin memburuk apabila kebiasaan tersebut dinormalisasi atau disembunyikan oleh anggota keluarga lain.

Berakar dari pola pengasuhan masa kanak-kanak
Dinamika hubungan tidak sehat umumnya telah berakar sejak masa kanak-kanak. Hal ini mencakup pemberian tanggung jawab berlebih yang belum sesuai usia (parentification), pengabaian kebutuhan dasar anak, hingga pola pengasuhan yang terlalu mengekang.

Pengalaman masa kecil tersebut berpotensi memengaruhi cara seseorang berinteraksi dalam keluarga saat menginjak usia dewasa.

Oleh karena itu, mengenali pola-pola perilaku ini menjadi langkah awal yang penting untuk menentukan batasan yang sehat demi menjaga kesejahteraan mental dan emosional diri.

Baca juga: Narasi motivasi yang diam-diam bisa menyesatkan

Baca juga: Berhubungan dengan orang "toxic" bisa membuat lebih cepat tua

Baca juga: 9 tanda kekerasan psikis dalam hubungan yang jarang disadari

Pewarta: Raissa Kusuma Hapsari
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |