Jakarta (ANTARA) - CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr mengaku sedih atas pernyataan grup idol K-Pop BTS yang memutuskan tidak berpartisipasi dalam Grammy Awards 2026, tetapi dia tetap mendukung grup itu.
“Saya sedih mendengar bahwa BTS memilih untuk tidak berpartisipasi dalam proses Grammy Awards tahun ini, tetapi sebagai pencipta musik, saya memahami dan menghormati keputusan mereka,” tulis Mason Jr. dilansir dari The Hollywood Reporter, Rabu (29/7) waktu setempat.
Mason juga menyampaikan klarifikasi mengenai kategori Grammy yakni “Penampilan Pop Asia Terbaik” yang dihadirkan organisasi itu.
“Kategori Pop Asia diciptakan untuk merayakan kedalaman, keragaman, dan pertumbuhan luar biasa dari seni pop yang berasal dari Asia. Semangat dari kategori baru ini adalah untuk menyoroti secara khusus para artis penting ini,” katanya.
Baca juga: BTS putuskan tidak ikut Grammy Awards tahun depan
Kehadiran penghargaan kategori itu telah memicu beragam tangkapan, dan disebut mampu menghalangi artis Asia untuk mendapatkan pengajuan yang layak di kategori umum.
Mason Jr. mengatakan bahwa kategori genre tidak mengecualikan seorang artis juga mengirimkan karya dan dipertimbangkan di kategori umum.
Ia menambahkan bahwa kategori baru bukan untuk memecah belah, tetapi untuk memperluas siapa yang diakui oleh 15.000 pemilih penghargaan.
“Kami tanpa memandang letak geografis atau bahasa, saya ingin menekankan bahwa kami akan terus mendengarkan komunitas musik global dan berupaya untuk menghormati dan merayakan semua artis yang musiknya menggerakkan dunia,” katanya.
BTS bukanlah artis pertama yang menolak Grammy, karena bintang-bintang besar lainnya termasuk The Weeknd, Drake, dan Morgan Wallen juga telah memutuskan dalam beberapa tahun terakhir untuk tidak mendaftarkan dalam nominasi Grammy.
Baca juga: BTS meriahkan pertunjukan pada final Piala Dunia dengan "Dynamite"
Baca juga: BigHit bantah tuduhan plagiarisme terkait lagu "SWIM" di album BTS
Penerjemah: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































