Cegah wabah ASF, RI larang masuk daging babi dari Spanyol

1 month ago 23

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Badan Karantina Indonesia (Barantin) melarang pemasukan daging babi dan produk turunannya dari Spanyol menyusul laporan wabah African Swine Fever (ASF) di negara tersebut.

Deputi Bidang Karantina Hewan Barantin Sriyanto mengatakan kebijakan itu diambil berdasarkan laporan resmi World Organisation for Animal Health (WOAH) mengenai wabah ASF di Provinsi Barcelona.

“Berdasarkan laporan WOAH, kami menginstruksikan seluruh unit pelaksana teknis Barantin dan petugas karantina untuk meningkatkan kewaspadaan serta pengetatan lalu lintas daging babi dan produknya dari Spanyol,” kata Sriyanto berdasarkan keterangannya, Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan WOAH mencatat kejadian tersebut sebagai recurrence of an eradicated disease, yakni kemunculan kembali penyakit yang sebelumnya telah dinyatakan bebas sejak 1994 dan saat ini berstatus wabah yang masih berlangsung.

Baca juga: Barantin terapkan 8 tahap karantina cegah masuknya komoditas berisiko

Sebagai langkah pencegahan agar ASF tidak masuk ke wilayah Indonesia, Barantin menegaskan daging babi dan produk turunannya dari Spanyol tidak diperbolehkan untuk dilakukan pemasukan hingga situasi kesehatan hewan di negara tersebut dinyatakan kembali pulih berdasarkan laporan resmi WOAH.

​​​​​​​“Jika ditemukan pemasukan daging babi dari Spanyol, maka akan dilakukan tindakan karantina berupa penolakan dan atau pemusnahan,” ujar Sriyanto.

Barantin, lanjut dia, juga meminta dukungan instansi terkait untuk melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat di tempat pemasukan dan pengeluaran, seperti bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas negara, terkait bahaya ASF.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |