Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A mengemukakan pentingnya orang tua memahami cara memberikan makanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.
Dalam acara diskusi kesehatan di Jakarta, Jumat, dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu menyampaikan bahwa aturan pemberian makan anak mencakup jadwal, prosedur, dan lingkungan.
"Penting kita sebagai orang tua kita harus tahu, cara memberi makan, dalam arti waktunya tepat, cara pemberian makannya tepat, dan komposisinya juga harus tepat. Jadi ada tiga tahap itu," katanya.
Organisasi Kesehatan Dunia mendorong penerapan metode pemberian makan responsif, yaitu pemberian makanan dengan memperhatikan respons atau kebutuhan anak.
Orang tua perlu memahami sinyal lapar dan kenyang pada anak agar bisa memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan anak.
"Jadi lihat aja kalau anaknya sudah lapar kasih," kata dr. Ian.
"Ingat (usia) 0 sampai 3 bulan minum susu semau bayi, 4 sampai 6 bulan sudah mulai harus berjadwal, di atasnya pun juga begitu," ia menambahkan.
Dia mengatakan, porsi makanan yang diberikan kepada anak sebaiknya juga disesuaikan dengan kebutuhan anak berdasarkan usianya.
Ia mencontohkan, anak berusia sembilan bulan biasanya hanya mampu mengonsumsi makanan sekitar 30 mililiter dalam sekali makan.
Baca juga: Kiat menyiapkan makanan bergizi sederhana untuk anak
Baca juga: Keragaman makanan bantu jaga kesehatan saluran pencernaan anak
Komposisi makanan anak juga harus diperhatikan. Anak-anak membutuhkan makanan sumber karbohidrat; sumber protein hewani seperti daging, susu, dan telur; serta sayur dan buah.
"Protein hewani itu penting untuk mengatasi stunting, karena asam aminonya lengkap, nilai nutrisinya juga banyak, mengandung zat besi yang juga lebih bagus, kandungan nutrisi yang jauh diperlukan, jauh lebih banyak diperlukan daripada protein nabati," dr. Ian menjelaskan.
Dia menyampaikan bahwa orang tua sebaiknya menjadwalkan pemberian makanan utama dan makanan selingan. Makanan utama disarankan diberikan tiga kali sehari dan makanan selingan bisa diberikan dua sampai tiga kali sehari.
Menurut dr. Ian, waktu makan anak sebaiknya diupayakan tidak lebih dari 30 menit. Air putih disarankan diberikan di antara waktu makan.
Dokter Ian juga mengemukakan perlunya menghadirkan suasana dan lingkungan yang menyenangkan saat anak makan agar anak bisa makan tanpa paksaan.
Selain itu, ia menyarankan para orang tua untuk memperhatikan perubahan pola makan anak dan perbandingan pertumbuhan anak dengan anak-anak seusianya agar bisa mendeteksi dan mengatasi sejak dini masalah gizi pada anak.
Baca juga: Cara penuhi kebutuhan gizi anak ketika sedang belajar berpuasa
Baca juga: Konsumsi makanan bergizi berkaitan dengan kemampuan kognitif anak
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































