BYD berencana bangun pabrik mobil listrik dan baterai di Eropa

8 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Setelah menjadi produsen mobil terbesar di China, BYD kini berupaya menaklukkan pasar luar negeri, salah satunya Eropa, yang menurut perusahaan akan membutuhkan empat pabrik sebagai bagian dari ekspansi besar di kawasan tersebut. 

Langkah ini berpotensi mengubah persaingan industri otomotif Eropa dan memberikan tekanan kepada para produsen otomotif yang sudah lama beroperasi di kawasan tersebut.

Penasihat BYD untuk operasional Eropa sekaligus mantan eksekutif Fiat Chrysler, Alfredo Altavilla, yang dikutip laman Carscoops, Jumat (18/9) waktu setempat, mengungkapkan bahwa awal pekan ini BYD ingin membangun tiga pabrik perakitan kendaraan di Eropa, ditambah satu fasilitas yang khusus digunakan untuk merakit baterai kendaraan listrik (EV).

Baca juga: BYD bakal pasang baterai solid-state ke mobilnya mulai 2027

BYD baru saja menyelesaikan pembangunan pabrik di Szeged, Hungaria, dan telah memulai produksi percobaan. Altavilla mengatakan merek tersebut juga telah mulai berdiskusi dengan produsen mobil dan pemerintah di Spanyol, Prancis, serta Italia terkait lokasi pabrik lainnya.

BYD berpotensi mengakuisisi pabrik yang kurang dimanfaatkan daripada membangun fasilitas baru dari awal.

"Dalam jangka panjang, kami akan membutuhkan tiga pabrik perakitan dan satu pabrik baterai. Jelas, hal ini tidak akan terjadi dalam semalam. Namun, jelas bahwa untuk mencapai target volume yang kami miliki, sekaligus mematuhi peraturan Eropa, itulah yang kami perlukan," ujar Altavilla.

Baca juga: BYD tambah 10 kapal, kapasitas ekspor jadi 2,5 juta mobil per tahun

Altavilla mengatakan BYD ingin menentukan lokasi fasilitas manufaktur kedua pada akhir tahun ini. Setelah itu, perusahaan akan memutuskan apakah akan memprioritaskan pembangunan pabrik manufaktur ketiga atau pabrik baterai lokal.

Pabrik BYD di Hungaria akan memiliki kapasitas produksi hingga 200.000 kendaraan per tahun. Berdasarkan rencana saat ini, produksi skala besar akan dimulai pada November atau Desember.

Pada 2024, BYD mengumumkan rencana pembangunan pabrik di Manisa, Turki, yang mampu memproduksi 150.000 kendaraan per tahun.

Baca juga: BYD kembangkan baterai untuk lokomotif kereta industri di China

Saat itu, perusahaan menargetkan produksi dimulai pada akhir 2026. Namun, pembangunan fasilitas tersebut kini ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan.

Produsen mobil tersebut kini berfokus pada pasar luar negeri seiring penjualan di China mengalami penurunan. Tahun ini, penjualan BYD di pasar domestik turun 32,7 persen menjadi 1,505 juta unit.

Sebagai perbandingan, pengiriman kendaraan ke luar negeri justru melonjak dan BYD memperkirakan akan mengakhiri 2026 dengan penjualan antara 1,9 juta hingga 2,0 juta kendaraan di pasar internasional.

Baca juga: BYD catat penjualan 40.700 unit EV hingga Agustus 2026

Baca juga: BYD setop impor mobil ke Indonesia, beralih penuh ke produksi lokal

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |