Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Probolinggo Mohammad Haris bersama Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ memimpin penanganan banjir di lima kecamatan dengan turun langsung ke lokasi banjir yang menerjang Kecamatan Kraksaan, Minggu.
"Saya minta kepada tim Siaga Bencana, Camat dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk betul-betul melaksanakan evaluasi dan asesmen total serta mengajak seluruh lapisan masyarakat menyelesaikan persoalan banjir," kata Bupati Haris saat meninjau banjir di Kecamatan Kraksaan.
Menurutnya banjir tahun ini merupakan salah satu yang tertinggi, dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah hulu dan hilir, namun demikian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo tidak akan berhenti pada faktor cuaca semata.
"Evaluasi dan asesmen menyeluruh harus segera dilakukan, terlebih Kraksaan merupakan ibu kota Kabupaten Probolinggo," tuturnya.
Ia mengatakan Kabupaten Probolinggo memang memiliki bentang alam yang sangat luas dan bervariasi, mulai dari 0 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga membutuhkan konsep penanganan yang komprehensif dan berbasis kajian teknis yang matang.
Baca juga: BPBD Probolinggo: 30 KK masih terisolasi akibat banjir bandang
"Pemkab Probolinggo adalah satu sistem. Bukan hanya Bupati dan Wabup, tapi juga DPRD, Sekda, Kepala OPD, camat dan seluruh jajaran yang selalu siaga. Begitu hujan deras tak berhenti, kami semua bersiap menghadapi kemungkinan terburuk," katanya.
Haris menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak warga Desa Sidodadi di Kecamatan Paiton yang terseret arus saat terjadi banjir.
Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil asesmen dari BPBD dan Tagana sebelum menyalurkan bantuan cadangan pangan.
“Kami menunggu hasil asesmen terlebih dahulu. Jika sudah terdata, kami akan mempertimbangkan penyaluran bantuan cadangan pangan berupa beras bagi keluarga terdampak. Karena ada empat kecamatan terdampak, pendataan akan dikonsentrasikan melalui BPBD agar satu pintu,” katanya.
Baca juga: BPBD Probolinggo: 7 jembatan dan 40 rumah terdampak banjir bandang
Camat Kraksaan Puja Kurniawan mengatakan berdasarkan pantauan saat luapan Sungai Kertosono belum surut, terdapat tiga kelurahan terdampak yakni Kelurahan Sidomukti, Patokan dan Kraksaan Wetan. Sementara untuk wilayah desa meliputi Rangkang, Sidopekso, Bulu, Alassumur Kulon dan Kandangjati Wetan.
Ia menjelaskan hampir seluruh sungai di wilayah Kecamatan Kraksaan mengalami lonjakan debit air yang signifikan sejak Sabtu malam (21/1).
"Untuk mekanisme penyaluran bantuan dan upaya pemulihan lanjutan, kami masih menunggu hasil asesmen dari BPBD, Dinas PUPR, Perkim dan OPD terkait. Jika diperlukan kerja bakti, kami juga akan mengerahkan masyarakat melalui program padat karya tunai," ujarnya.
Hingga saat ini, Pemkab Probolinggo terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama, sekaligus menyiapkan langkah pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Baca juga: BPBD: Satu korban meninggal terseret banjir di Probolinggo
Baca juga: BPBD OKU bersihkan material tanah longsor di jalan Desa Gunung Meraksa
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































