Berau, Kaltim (ANTARA) - Bupati Berau, Kalimantan Timur, Sri Juniarsih Mas memastikan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Berau telah berstandar mutu gizi, setelah ia dan tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi tersebut pada Jumat ini.
“Peninjauan kami lakukan untuk memastikan kualitas pengolahan dan penyajian makanan yang diberikan kepada anak-anak penerima manfaat telah sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan,” kata Sri Juniarsih di Tanjung Redeb, Jumat.
Dalam kunjungannya, bupati menyampaikan bahwa SPPG Polres Berau sudah ideal baik dari sisi fasilitas maupun proses pengolahan makanan, karena sudah memiliki ahli gizi dan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan.
Sebelumnya, Kabupaten Berau memiliki tujuh SPPG, namun setelah beroperasinya SPPG Polres Berau, maka kini total sudah ada delapan SPPG yang beroperasi di Berau.
Namun jumlah ini masih kurang, sehingga masih dibutuhkan sejumlah SPPG lagi untuk melayani sekolah-sekolah yang tersebar di Berau.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas masakan, terlebih SPPG tersebut didampingi oleh tenaga ahli gizi dan melibatkan pihak ketiga dalam operasionalnya.
Baca juga: 11 SPPG di Blora berhenti operasi karena dana BGN belum cair
Ia menyebut, berdasarkan hasil diskusi para siswa penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG), sebagian besar anak menyukai makanan yang disajikan, bahkan menyampaikan berbagai pesan dan permintaan terkait menu.
Hal tersebut tentu harus menjadi perhatian serius bagi ahli gizi dan pihak pengelola agar kualitas makanan tetap terjaga dan terus ditingkatkan, termasuk variasi menu.
Bupati menegaskan bahwa kualitas makanan yang diberikan saat ini sangat menentukan masa depan anak-anak, maka Pemkab Berau berkomitmen mendorong penyediaan makanan bergizi, sehat, dan berkualitas, sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang dan kesehatan generasi muda.
Sementara Kabag Ops Polres Berau Kompol Noordhianto mengatakan, beroperasinya SPPG tersebut merupakan dukungan terhadap program MBG, sekaligus menjadi langkah penting dalam memastikan makanan yang diberikan memenuhi standar kualitas, gizi, dan keamanan konsumsi, demi mendukung masa depan generasi bangsa.
“Saat kami melayani 1.192 penerima manfaat dari dua sekolah. Jumlah ini kami perkirakan meningkat hingga lebih dari 3.000 penerima di tahap berikutnya karena ada sekolah terdekat yang juga membutuhkan layanan,” katanya.
Baca juga: BGN siapkan skema akselerasi pembangunan 8.200 SPPG kawasan 3T
Baca juga: Prabowo minta 2.500 SPPG beroperasi di seluruh Papua pada Agustus 2026
Baca juga: Wagub Gorontalo sidak SPPG pagi-pagi, ada temuan untuk perbaikan
Pewarta: M.Ghofar
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































