Bupati Bangka Tengah imbau warga waspadai cuaca ekstrem

1 month ago 11

Koba, Babel, (ANTARA) - Bupati Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Algafry Rahman mengimbau warga, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir dan wilayah padat penduduk agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi disertai angin kencang.

“Cuaca ekstrem berpotensi terjadi, kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terutama yang tinggal di daerah pesisir dan kawasan padat penduduk,” kata Algafry Rahman di Koba, Kamis.

Ia mengatakan, kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi dan angin kencang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya bencana, seperti pohon tumbang, genangan air, hingga gelombang tinggi yang berisiko membahayakan keselamatan warga.

“Angin kencang dapat menyebabkan pohon tumbang dan merusak bangunan, sementara di wilayah pesisir berpotensi terjadi gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas nelayan dan masyarakat di sekitar pantai,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Bangka Tengah normalisasi drainase untuk cegah banjir

Algafry meminta masyarakat untuk menghindari aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk, tidak berteduh di bawah pohon besar, serta memastikan lingkungan sekitar rumah dalam kondisi aman dari potensi bahaya.

Selain itu, ia juga menginstruksikan perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan, dan desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan langkah-langkah antisipasi guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem.

“Kami minta aparatur pemerintah hingga tingkat desa untuk aktif memantau kondisi di wilayah masing-masing dan segera melaporkan jika terjadi keadaan darurat,” katanya.

Bupati juga mengingatkan masyarakat pesisir dan nelayan agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut demi keselamatan bersama.

Baca juga: Polisi Bangka Barat imbau warga waspada cuaca ekstrem

“Keselamatan adalah yang utama. Jika cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya aktivitas di laut ditunda,” kata Algafry Rahman.

Pewarta: Ahmadi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |