Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog memaknai Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada tahun ini sebagai momentum untuk memperkuat nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial dalam menjalankan amanah menjaga ketahanan pangan nasional.
"Dengan semangat Idul Adha, insan Bulog memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengabdi bagi negeri, meneladani makna kurban dalam setiap langkah pengabdian," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta, Rabu.
Rizal menegaskan hal itu saat menyampaikan khutbah dalam pelaksanaan Sholat Idul Adha yang digelar di Masjid Al-Balagh, Komplek Bulog Pos Pengumben, Jakarta Barat.
Menurutnya nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan kepedulian diharapkan menjadi energi bersama dalam memperkuat peran Bulog menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia.
"Ketahanan pangan bukan hanya dibangun melalui sistem, infrastruktur, dan kebijakan, tetapi juga melalui nilai-nilai kemanusiaan yang kuat," ucapnya.
Rizal menyampaikan momentum Idul Adha tidak hanya menjadi peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan BUMN pangan itu untuk memperkuat komitmen pengabdian kepada bangsa melalui tugas menjaga pangan.
“Qurban mengajarkan kita tentang ketaatan total kepada Allah SWT, keikhlasan dalam memberi, dan keberanian untuk berkorban demi kemaslahatan yang lebih besar," ucapnya.
Bagi Rizal nilai itu sejalan dengan tugas Bulog dalam menjaga ketahanan, memastikan ketersediaan pangan, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Ia juga menegaskan semangat kurban memiliki relevansi yang kuat dengan peran Bulog sebagai institusi yang menjalankan penugasan negara di bidang pangan.
Lebih lanjut dia mengatakan nilai pengorbanan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial menjadi fondasi penting bagi insan Bulog dalam bekerja, terutama dalam memastikan pangan hadir bagi masyarakat secara adil, merata, dan berkelanjutan.
Rizal menambahkan pada tahun ini Perum Bulog menyalurkan 56 ekor hewan kurban kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian sosial dan upaya berbagi berkah saat Hari Raya Idul Adha, terdiri atas 36 ekor sapi dan 20 ekor kambing.
Penyembelihan hewan kurban tersebut menjadi bagian dari agenda rutin tahunan yang dilaksanakan bersama karyawan dan keluarga di lingkungan Perum Bulog.
Selain sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah SWT, kata Rizal, penyembelihan hewan kurban juga menjadi simbol kepasrahan, pengorbanan, dan kepedulian kepada sesama.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan nilai-nilai spiritual yang tidak hanya hidup dalam ibadah, tetapi juga tercermin dalam budaya kerja, pelayanan publik, dan pengabdian perusahaan kepada masyarakat," tambah Rizal.
Dia juga menuturkan semangat berbagi, kepedulian, dan keberpihakan kepada masyarakat menjadi bagian penting dari peran Bulog dalam menjaga pangan untuk negeri.
Adapun kegiatan itu dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut diikuti Direktur Utama, Direktur SDM dan Transformasi, karyawan Bulog beserta keluarga yang tinggal di lingkungan Komplek Bulog Pos Pengumben.
Sholat Idul Adha dipimpin Ustadz KH. Nasrullah sebagai imam. Sementara itu, khutbah Idul Adha disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dengan mengangkat tema “Meneladani Qurban untuk Membangun Ketahanan Pangan Umat.”
Baca juga: Bulog catat stok beras 5,36 juta ton, kapasitas simpan 6,2 juta ton
Baca juga: AHY: Risiko konflik global dorong RI perkuat ketahanan pangan-energi
Baca juga: Menko Zulhas paparkan arah kebijakan pangan di Lemhannas
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































