Jakarta (ANTARA) - Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Workshop Penguatan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan melalui pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih profesional, terencana, dan berbasis merit sistem.
“Penyelenggaraan workshop ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kapasitas kelembagaan BSKDN melalui pengelolaan sumber daya manusia aparatur yang lebih profesional, terencana, dan berbasis merit sistem,” kata Sekretaris BSKDN Kemendagri Noudy R.P. Tendean dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Noudy mengatakan lokakarya ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan BSKDN.
Ia menjelaskan dalam era birokrasi modern saat ini, penguatan manajemen talenta ASN menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, adaptif, kompeten, dan berdaya saing. Hal tersebut juga sejalan dengan amanat reformasi birokrasi yang telah berjalan sejak era reformasi 1998.
Menurutnya, penerapan manajemen talenta diperlukan guna memastikan setiap ASN yang memiliki potensi dan kompetensi terbaik dapat dipersiapkan serta dikembangkan secara optimal untuk menduduki posisi-posisi strategis dalam organisasi.
"Setiap ASN memiliki potensi dan kompetensi terbaik yang kemudian dapat dipersiapkan serta dikembangkan secara optimal untuk menduduki posisi- posisi strategis dalam organisasi. Itu letak pentingnya dari manajemen talenta," ujarnya.
Baca juga: Kepala BSKDN ajak ASN bangun kebijakan berbasis SDM dan digital
Dalam kesempatan tersebut, Noudy mengungkapkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan BSKDN selama ini telah menunjukkan capaian yang membanggakan. Hal tersebut tercermin dari berbagai prestasi yang diraih oleh ASN BSKDN dalam sejumlah kegiatan pengembangan kompetensi dan pendidikan kedinasan.
"Tim dari BSKDN menunjukkan berbagai prestasi dari peringkat pertama, maupun peringkat yang kedua. Ini menunjukkan bahwa kualitas SDM yang ada di BSKDN itu sangat mumpuni," kata Noudy.
Sejalan dengan itu, Noudy juga menekankan peningkatan kompetensi merupakan hak sekaligus kebutuhan bagi ASN dalam menghadapi dinamika birokrasi yang semakin kompleks.
Oleh karena itu, setiap kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan harus dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari pengembangan diri.
“Jadi saya berharap workshop manajemen talenta saat ini memberikan semangat bagi kita semua ASN di lingkungan BSKDN untuk menggali dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki," tuturnya.
Sementara itu, perwakilan dari Kedeputian Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Junaidi Sinaga menjelaskan sistem merit menjadi fondasi penting dalam pengelolaan ASN yang profesional dan berintegritas, sejalan dengan grand design manajemen ASN 2025–2045 dan reformasi birokrasi menuju world class bureaucracy 2045.
“Tentu di sana adalah tujuannya bagaimana menghadirkan ASN yang berintegritas, aktif dan kompeten untuk sampai pada goals bersama ini,” kata Junaidi.
Baca juga: Anggota DPR: Negara maju bukan soal kaya SDA tapi kaya talenta digital
Baca juga: BKN minta seluruh pemda segera terapkan manajemen talenta ASN
Baca juga: Kepala BKN: Manajemen Talenta ASN mampu intervensi kepentingan politik
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































