Brimob Sumut siapkan MCK di Tapsel penuhi kebutuhan warga terdampak

1 month ago 8

Medan (ANTARA) - Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara menyiapkan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak bencana di wilayah tersebut.

"Pembangunan MCK dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Brimob Batalyon C Pelopor bersama masyarakat," ujar Komandan Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumut kompol Zaenal Muhlisin di Tapsel, Kamis.

Ia mengatakan hingga saat ini, progres pembangunan fasilitas MCK untuk warga terdampak banjir dan longsor tersebut, telah mencapai sekitar 75 persen.

Ia mengatakan tahapan pekerjaan yang saat ini dilakukan, meliputi pengecatan, pemasangan kloset, penimbunan, serta pelapisan plester pada dinding tembok.

"Fasilitas MCK itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dari sisi kesehatan dan kebersihan lingkungan," ucap dia.

Baca juga: Kemenkes fokus pulihkan layanan kesehatan pascabencana Sumatera

Zaenal mengharapkan fasilitas itu dapat segera digunakan dan memberi manfaat nyata bagi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor tersebut.

Ia mengatakan sinergisitas personel Brimob dan masyarakat setempat menjadi kunci utama percepatan pembangunan di tengah keterbatasan pasca-bencana.

Brimob Polda Sumut berkomitmen untuk terus hadir dan mendukung proses pemulihan hingga kondisi masyarakat kembali normal.

"Di sisi lain, kami juga mendistribusikan logistik untuk memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak bencana, serta menyediakan fasilitas antar dan jemput pelajar agar jadwal sekolah tidak terganggu walaupun masih masa pemulihan," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah mulai lakukan pemulihan 2 juta lebih UMKM terdampak banjir

Baca juga: Kemendagri: Jelang Ramadhan, pemulihan pascabencana Aceh harus cepat

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |