Jakarta (ANTARA) - PT Brantas Abipraya segera merampungkan proses pemangkasan 29 entitas usahanya sebagai bagian dari transformasi perusahaan untuk kembali fokus pada bisnis inti sebagai kontraktor.
“Saya harapkan nanti setelah selesai pembersihan ini, ke depannya betul-betul fokus kepada bisnis kontraktor. Brantas tinggal induknya, dan ini termasuk perusahaan yang paling sehat,” ujar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.
Dony bertemu dengan jajaran direksi PT Brantas Abipraya untuk membahas perkembangan proses transformasi dan penataan entitas usaha perusahaan.
Melalui proses streamlining tersebut, Brantas Abipraya akan menyederhanakan struktur usaha dengan menyisakan induk perusahaan dan mengakhiri keberadaan anak-anak usaha yang dinilai tidak lagi diperlukan dalam mendukung fokus bisnis utama.
Dony menilai langkah tersebut menjadi momentum bagi Brantas Abipraya untuk memperkuat fundamental perusahaan dan meningkatkan fokus pada bisnis kontraktor.
Ia juga mendorong agar Brantas menjadi salah satu BUMN Karya yang paling cepat menyelesaikan proses penataan.
Transformasi Brantas Abipraya menjadi bagian dari agenda penataan BUMN Karya secara menyeluruh.
Penyederhanaan struktur usaha diharapkan dapat mengurangi inefisiensi, memperkuat tata kelola, serta membuat perusahaan lebih fokus dan kompetitif dalam menjalankan bisnis intinya.
Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 274 entitas BUMN dan anak usaha telah ditata melalui proses likuidasi, merger, dan divestasi.
BP BUMN bersama Danantara terus mematangkan arah transformasi BUMN melalui penyusunan peta strategi lima tahun sebagai pedoman dalam membangun perusahaan negara yang lebih sehat, kompetitif dan berorientasi pada penciptaan nilai.
Melalui peta jalan tersebut, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mempercepat transformasi BUMN secara menyeluruh, mulai dari penguatan fundamental bisnis, pengembangan talenta, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan daya saing global.
Melalui tahapan tersebut, BP BUMN bersama Danantara menargetkan lahirnya BUMN Indonesia yang semakin tangguh, berdaya saing tinggi dan mampu bersaing di tingkat dunia, termasuk masuk dalam jajaran Fortune 500.
Baca juga: Pengamat nilai kinerja BUMN di bawah Danantara berpotensi kian positif
Baca juga: BP BUMN catat 274 BUMN telah ditata dalam rangka transformasi
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































