Jakarta (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri memiliki keunggulan yang melampaui standar keamanan pangan, yakni adanya skrining terakhir sebelum makanan dibagikan, layaknya pengecekan makanan bagi tamu penting (VIP).
“Kelebihan yang kita temukan adalah adanya pengetesan makanan, meskipun pengetesan tersebut belum diwajibkan dalam standar kami,” kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan, ada pengecekan kimiawinya, seperti arsen, formalin, dan sebagainya. Proses pengetesan ini setara dengan pengetesan makanan untuk tamu penting, seperti presiden.
"Di sini, sebelum makanan sampai ke anak-anak sebagai penerima manfaat, makanan tersebut diuji layaknya makanan VIP. Anak-anak kita diperlakukan seperti VIP,” katanya.
Taruna menyebut bahwa pengetesan makanan yang dilakukan SPPG Polri sebagai nilai tambah yang sangat signifikan. Dia menjelaskan bahwa proses pengujian seperti yang dilakukan Polri tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari tes kits, reagen, sampel, hingga tenaga ahli.
Baca juga: Polri miliki 1.147 SPPG dalam rangka mendukung program MBG
Hal tersebut dia sampaikan saat melakukan kunjungan dan pengecekan langsung terhadap proses pengolahan makanan bergizi gratis yang disiapkan di dapur SPPG Polri Cipinang. Taruna mengatakan, penilaian BPOM dilakukan secara objektif, termasuk terhadap aspek kebersihan dan tahapan produksi makanan.
Sementara itu, Kepala Satgas MBG Polri Irjen. Pol. Nurworo Danang menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung Kepala BPOM ke SPPG Polri.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala BPOM Republik Indonesia. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Dia menyebut bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sesuai arahan Kepala Polri, katanya, seluruh SPPG Polri diwajibkan menjalankan proses produksi makanan dengan memenuhi standar Badan Gizi Nasional serta prinsip tata kelola yang baik.
“Kami berharap kualitas makanan yang diproduksi oleh SPPG Polri di seluruh Indonesia memiliki kualitas terbaik, sehingga dapat meningkatkan asupan gizi dan kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Danang.
Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus bentuk sinergi seluruh kementerian dan lembaga dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo.
Baca juga: Wakapolri pimpin "groundbreaking" serentak 436 SPPG
Baca juga: SPPG Polri serap puluhan ribu tenaga kerja
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































