Pangkalpinang (ANTARA) - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Budi Utama mengingatkan nelayan untuk sementara tidak melaut guna mewaspadai dampak fenomena El Nino yang memicu hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi di perairan daerah itu.
"Selama fenomena El Mino ini diharapkan nelayan tidak melaut untuk menghindari kecelakaan kapal di laut," kata Kepala BPBD Babel Budi Utama di Pangkalpinang, Minggu.
Ia mengatakan perubahan cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino di perairan Kepulauan Babel diperkirakan terjadi hingga awal Juni 2026, sehingga masyarakat pesisir khususnya para nelayan untuk tidak beraktivitas mencari ikan di tengah laut.
"Potensi kecelakaan kapal nelayan di tengah laut cukup tinggi, seperti kejadian beberapa waktu lalu kapal nelayan Bangka tenggelam akibat diterjang angin kencang," ujarnya.
Baca juga: BPBD: Waspada angin kencang di Babel hingga Juni 2026
Ia menyatakan perubahan cuaca ekstrem di perairan laut berlangsung cepat dan terjadi secara tiba-tiba yang sulit diprediksi, sehingga sangat membahayakan keselamatan para nelayan yang beraktivitas di tengah laut.
"Perubahan cuaca yang cepat ini harus diwaspadai para nelayan. Di saat kondisi cuaca tenang tiba-tiba saja hujan lebat disertai angin kencang yang memicu gelombang laut meningkat yang membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya kapal nelayan tradisional di daerah ini," katanya.
Selama liburan akhir pekan ini pihaknya juga mengimbau pengunjung objek wisata pantai untuk berhati-hati dan selalu menjaga anak-anaknya bermain dan mandi di pantai.
"Kita bersama pengelola objek wisata pantai ini terus menyosialisasikan dan mengimbau para pengunjung tidak berenang di pantai jika kondisi cuaca tiba-tiba memburuk, karena dapat membahayakan keselamatannya," kata Budi Utama.
Baca juga: BPBD: Ratusan rumah di Bangka terdampak banjir rob
Pewarta: Aprionis
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































