Jakarta (ANTARA) - Presiden Xiaomi Lu Weibing mengungkapkan alasan mengapa di detik terakhir perusahaannya memutuskan tidak merilis rival dari ponsel tipis milik Apple yaitu iPhone Air meski sudah melakukan pengembangan bahkan hampir memasuki tahap produksi massal.
Lu Weibing dalam siaran langsungnya menyebutkan perusahaan sengaja membatalkan kemunculan ponsel pintar itu karena didasarkan pada pengalaman pengguna.
Dilaporkan Gizmochina, Sabtu (17/5), Xiaomi menemukan bahwa ponsel yang sangat tipis dan ringan membutuhkan terlalu banyak kompromi di banyak bidang seperti daya tahan baterai dan performa.
Desainnya mungkin memang tampak menarik, namun bagi Xiaomi produk tersebut tidak memenuhi standar pengalaman yang ingin diberikan kepada pengguna.
Faktanya semakin tipis sebuah perangkat, maka semakin sulit untuk menyertakan baterai besar, sistem pendingin yang memadai, dan perangkat keras berkinerja tinggi tanpa memengaruhi kegunaan sehari-hari.
Maka dari itu, Lu menyebutkan bahwa alih-alih meluncurkan produk yang tampak unik dari sisi desain tetapi mengorbankan kenyamanan penggunaan di dunia nyata, Xiaomi memutuskan untuk meninggalkan ide tersebut sepenuhnya.
Ketimbang menghadirkan ponsel tipis dengan embel-embel Air, Lu mengatakan perusahaannya lebih memilih menambahkan istilah Max pada perangkat-perangkatnya di masa mendatang dimulai dari Xiaomi 17 Max.
Alasan Xiaomi 17 Max tidak diberi penamaan sebagai model Plus karena kedua kategori itu dinilai perusahaan memiliki artinya yang berbeda.
Umumnya, istilah Plus ditambahkan pada gawai karena adanya penawaran layar yang lebih besar dibandingkan varian reguler.
Namun dalam kasus Xiaomi, penamaan Max dihadirkan karena ponsel yang ditawarkan tidak hanya membawa keunggulan layar yang lebih lebar.
Nama Max diharapkan mewakili rancangan perusahaan yang membawa lebih banyak peningkatan di banyak bidang seperti kinerja kamera, performa ponsel, hingga daya tahan baterai di samping layar yang lebih besar pada varian reguler.
Keputusan Xiaomi menunjukkan perusahaan mengambil pendekatan industri yang berbeda dari kebanyakan kompetitor.
Ketika banyak jenama ponsel pintar bereksperimen dengan gawai yang lebih tipis dan ringan setelah ada pionir yang memulai, Xiaomi memilih percaya bahwa konsumen saat ini memprioritaskan daya tahan baterai dan kinerja yang konsisten daripada desain ultra-tipis.
Hal ini juga sejalan dengan pesan terbaru Xiaomi seputar perangkat unggulan, di mana perusahaan tersebut menekankan baterai yang lebih besar, sistem kamera canggih, dan perangkat keras kelas atas daripada mengejar faktor bentuk setipis mungkin.
Baca juga: Xiaomi 17 Max akan dibekali baterai 8000mAh dan kamera 200MP
Baca juga: Xiaomi tengah kembangkan ponsel flagship Ultra dengan chip Xring O3
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































