BPBD: Belum ada laporan kerusakan rumah di Parimo akibat gempa M6,2

5 hours ago 6
Kerusakan terjadi pada plafon dan dinding kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parigi Moutong, sementara rumah warga belum ada laporan kerusakan

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan belum ada laporan kerusakan rumah warga di Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang kabupaten itu pada Sabtu (15/8) malam.

"Kerusakan terjadi pada plafon dan dinding kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parigi Moutong, sementara rumah warga belum ada laporan kerusakan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai saat dihubungi dari Palu, Minggu.

Ia mengemukakan saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD sedang melakukan asesmen atau kaji cepat ke wilayah pusat gempa untuk mengecek kondisi terkini setelah guncangan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu (15/8) pukul 23.25 WITA.

Baca juga: Gempa magnitudo 6,2 guncang Parigi Moutong

Gempa berada pada koordinat 0,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 120,22 derajat Bujur Timur (BT) atau 74 kilometer barat daya Kabupaten Parigi Moutong. Lindu tersebut diketahui memiliki kedalaman 44 kilometer.

Dalam keterangannya BMKG menyampaikan gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD setempat, ada satu korban jiwa diduga serangan jantung saat gempa terjadi. Almarhum merupakan warga Desa Bugis, Kecamatan Mepanga, atas nama Wiwi Putri Thabah (29).

Baca juga: Waspada, Badan Geologi petakan 4 wilayah Sulteng berpotensi likuefaksi

Hal itu diperkuat oleh surat kematian diterbitkan oleh Pemerintah Desa Bugis Nomor 141/050/PM-DBS/SKK/VIII/2026, yang menyebutkan Wiwi telah meninggal dunia pada Sabtu (16/8) pukul 01.00 Wita.

"Petugas kami terus melakukan pemutakhiran di lapangan, meski saat ini belum ada data-data kerusakan yang dipublikasikan kepada masyarakat," ujarnya.

BPBD juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu/informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi bersumber dari BMKG maupun pemerintah daerah (pemda) setempat. Jangan mudah terpancing dengan informasi hoaks terutama informasi yang beredar di media sosial," tutur Rivai.

Baca juga: Baznas buka layanan kesehatan gratis untuk warga Parigi Moutong

Pewarta: Mohamad Ridwan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |