BP3MI: Pengiriman remitansi PMI NTT capai Rp78,46 miliar pada 2025

1 month ago 24

Kupang, NTT (ANTARA) - Balai Pelayanan Pelindungan dan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat remitansi atau pengiriman uang dari luar negeri oleh pekerja migran asal provinsi itu mencapai Rp78,46 miliar sepanjang 2025.

“Remitansi PMI NTT pada 2025 mencapai Rp78,46 miliar dengan jumlah pengirim sebanyak 19.574 orang,” kata Kepala BP3MI NTT Suratmi Hamida di Kupang, NTT, Kamis.

Baca juga: BP3MI: 127 pekerja migran NTT meninggal di luar negeri selama 2025

Ia menjelaskan rekapitulasi data tersebut bersumber dari BNI Cabang Kupang sebesar Rp9,91 miliar dari 2.551 pengirim, BNI Cabang Maumere sebesar Rp10,43 miliar dari 3.923 pengirim, serta Kantor Pos Cabang Kupang sebesar Rp58,11 miliar dari 13.100 pengirim.

“Sektor pekerjaan informal masih menjadi penyumbang terbesar, karena penempatan PMI NTT lebih banyak berada pada sektor informal, khususnya rumah tangga atau domestik,” ujarnya.

Adapun Malaysia menjadi negara penempatan dengan jumlah pengirim remitansi terbesar, karena mayoritas PMI NTT bekerja di negara tersebut.

Suratmi mengatakan remitansi sebagai uang yang masuk dari luar negeri ke dalam negeri khusus untuk dari PMI memiliki manfaat yang sangat besar, baik bagi keluarga maupun negara.

“Bagi keluarga, remitansi membantu pemenuhan kebutuhan pokok, pendidikan, kesehatan, perbaikan rumah, serta modal usaha bila sudah kembali ke daerah. Sementara bagi negara, remitansi menjadi devisa penting memperkuat nilai tukar rupiah, menggerakkan ekonomi lokal melalui konsumsi, mendukung UMKM lokal, serta menjadi salah satu pilar utama ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya literasi keuangan guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan uang yang bijak, baik bagi pekerja migran maupun keluarganya di daerah asal.

Baca juga: BP3MI NTT minta calon pekerja migran berangkat secara prosedural

Baca juga: BP3MI NTT latih 80 calon pekerja migran di sektor perhotelan

Pihaknya memastikan literasi keuangan menjadi bekal materi yang senantiasa diberikan dalam sosialisasi maupun Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP), sehingga para pekerja migran mampu mengelola uang dan memiliki perencanaan ekonomi.

Sepanjang 2025, BP3MI NTT juga melaksanakan pemberdayaan ekonomi bagi PMI purna dan keluarga PMI, antara lain melalui pelatihan tenun dan standarisasi produk usaha tenun, literasi keuangan digital untuk calon pekerja migran, bimbingan teknik pemberdayaan ekonomi bagi perempuan dan milenial, serta sejumlah kegiatan sejenis lainnya.

Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |