Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI memfasilitasi audiensi Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole untuk membahas percepatan pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Audiensi yang digelar pada Jumat (18/9) tersebut menjadi bagian dari koordinasi BNPP RI bersama pemerintah daerah dalam membahas kebutuhan prioritas pembangunan Karimun, terutama terkait pelayanan dasar, peningkatan konektivitas, penguatan ekonomi masyarakat serta aspek keamanan di kawasan perbatasan.
Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih dan listrik, menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan kawasan perbatasan.
Baca juga: BNPP: 13.123 masyarakat perbatasan lolos verifikasi Bedah Rumah 2026
Hal tersebut sejalan dengan tugas BNPP RI dalam mengoordinasikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di pulau-pulau perbatasan.
"Semua prioritas dari daerah, apalagi wilayah perbatasan, itu pada prinsipnya sama. Ini menyangkut masalah pelayanan dasar, air dan listrik. Di dalam Undang-Undang Perbatasan, BNPP itu juga mengoordinasikan masalah pemenuhan kebutuhan dasar di pulau-pulau perbatasan," ujar Makhruzi.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan target dan capaian Rencana Aksi Program Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan (BWN-KP) Kabupaten Karimun tahun 2026.
Program yang dibahas meliputi rehabilitasi dan renovasi sekolah, pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan di kawasan perbatasan, pengembangan Bandar Udara Raja Haji Abdullah Karimun serta pengembangan kawasan pertanian dan perkebunan.
Selain pembangunan, BNPP RI turut menyoroti sejumlah persoalan pengelolaan perbatasan di Karimun, khususnya terkait mobilitas Pekerja Migran Indonesia (PMI), illegal crossing melalui jalur atau pelabuhan tidak resmi serta potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan barang, termasuk narkotika, rokok, balpres, dan pasir timah.
Makhruzi menegaskan perlunya penguatan sektor keamanan untuk mengantisipasi berbagai aktivitas ilegal sekaligus memastikan lalu lintas orang dan barang di kawasan perbatasan berlangsung sesuai ketentuan.
Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole memaparkan enam program unggulan yang menjadi arah pembangunan Kabupaten Karimun.
Baca juga: Kepala BNPP tekankan pentingnya penguatan koordinasi bangun perbatasan
Program tersebut mencakup peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kesenjangan antarwilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang agama, pendidikan dan kesehatan, penciptaan 5.000 lapangan kerja, peningkatan konektivitas antarwilayah, pemenuhan kebutuhan dasar air dan listrik serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Rocky menyampaikan Karimun memiliki sejumlah potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, di antaranya industri maritim, manufacturing, construction, and services, perdagangan dan logistik internasional, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, perikanan dan kelautan serta pertambangan mineral logam dan batuan.
Sebagai wilayah yang berbatasan laut dengan Malaysia dan Singapura di kawasan Selat Malaka, Karimun juga memiliki posisi strategis dalam aktivitas pelayaran internasional, industri dan logistik, kerja sama ekonomi lintas negara serta pengembangan sektor kelautan dan perikanan.
Untuk mendukung pembangunan pada 2027, Pemerintah Kabupaten Karimun mengusulkan sejumlah program prioritas, di antaranya pembangunan instalasi pengolahan lumpur tinja beserta sarana transportasi pendukung, jaringan baru perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Kemudian revitalisasi Pasar Sri Karimun, pengaman pantai Pongkar sepanjang 500 meter, dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal.
Usulan lainnya meliputi peningkatan jalan nasional di Pulau Karimun, penambahan armada laut, pengadaan speedboat ambulans laut, pemasangan lampu jalan di Kecamatan Moro dan Meral Barat, pembangunan seawall/SWRO di Tokong Hiu, pengembangan Pos TNI AL Tokong Hiu.
Selanjutnya pembangunan gedung SD Negeri di Karimun dan Tebing, pengadaan mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3.000 liter serta pembangunan kolam renang.
Baca juga: Kepala BNPP dorong pertemuan rutin negara tetangga bahas perbatasan
Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































