Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Aceh, sebagai bentuk dukungan pemerintah selama masa transisi hingga mendapat rumah hunian tetap (huntap).
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan berdasarkan data sementara terdapat 2.646 rumah rusak berat di Bireuen, sehingga warga berhak menerima DTH senilai Rp600.000 per keluarga per bulan.
“Dana Tunggu Hunian itu diberikan mulai Desember 2025 hingga hunian tetap selesai dibangun, untuk membantu warga memenuhi kebutuhan dasar selama masa transisi,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Sampai dengan Selasa (20/1), kata dia, tercatat sebanyak 3.626 Kepala Keluarga (KK) telah mengajukan DTH. Dari jumlah tersebut, 2.646 KK telah memiliki rekening DTH, sementara 915 KK telah menerima transfer secara langsung.
Baca juga: BNPB optimalkan DTH dan percepat pembangunan hunian jelang Ramadhan
"Lalu pada hari kunjungan kerja kemarin sebanyak 1.731 KK menerima transfer DTH. Sementara itu sebanyak 980 KK masih dalam proses verifikasi karena data by name by address belum sesuai," kata Suhariyanto.
BNPB juga menyerahkan bantuan kepada lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Bireuen, berupa peralatan ibadah, Al Quran, serta bantuan permakanan, guna mendukung kebutuhan dasar dan aktivitas para santri.
Suharyanto memastikan penyaluran bantuan dan pembangunan hunian pascabencana dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan, hingga seluruh warga terdampak memiliki tempat tinggal layak.
Baca juga: BNPB optimalkan dana tunggu hunian korban bencana di Sumatera
Baca juga: Warga terdampak banjir di Aceh Tengah mulai terima dana tunggu hunian
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































