Yogyakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengidentifikasi sejumlah kendala lapangan yang masih menghambat percepatan pemulihan pascabanjir dan longsor di Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Yogyakarta, Jumat, mengatakan bahwa hambatan tersebut terus diupayakan penanganannya melalui koordinasi lintas sektor.
Salah satu kendala utama adalah akses jalan Sibolga-Tarutung di kilometer 6,5 yang belum dapat dilalui akibat longsor.
Selain itu, keterbatasan alat berat masih menjadi tantangan dalam percepatan pembersihan material dan normalisasi sungai.
Distribusi air bersih juga belum merata, sementara kualitas jaringan internet dan telekomunikasi masih mengalami gangguan di sejumlah titik.
BNPB bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan peninjauan lapangan untuk mempercepat solusi terhadap kendala tersebut.
Upaya perbaikan infrastruktur dilakukan bersamaan dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Abdul Muhari menegaskan BNPB berkomitmen mempercepat pemulihan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.
Baca juga: BNPB perkuat pemulihan sosial dan trauma korban banjir Sibolga
Baca juga: Kementras gelar doa bersama dan penggalangan dana bencana Sumatra
Baca juga: Pemkab Nagan Raya bagikan 50 unit genset bantu listrik bagi pengungsi
Baca juga: Mendikdasmen sebut Rp2 juta untuk guru korban bencana bukan tunjangan
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































