Kupang, NTT (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tentang potensi gelombang tinggi mencapai empat meter di sejumlah perairan setempat hingga 24 Januari 2026.
“Waspadai gelombang setinggi 2,5 sampai 4 meter yang berpeluang terjadi di wilayah perairan NTT,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, Rabu.
Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 97S di barat daya NTT (Australia bagian Barat) yang terus bergerak ke arah barat, sehingga membentuk daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan angin, serta aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) yang meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT.
Baca juga: BMKG: Waspada banjir rob di pesisir NTT pada 21-23 Januari 2026
Kondisi itu berpotensi menyebabkan potensi gelombang empat meter di sejumlah perairan, antara lain Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, perairan selatan Sabu-Raijua, serta perairan selatan Timor-Rote.
BMKG juga mencatat pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut, dengan kecepatan berkisar 8-37 knot. Kecepatan angin tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan yang terdampak.
Untuk itu BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut yang berlaku pada Rabu (21/1) hingga Sabtu (23/1).
Baca juga: BMKG: Waspada hujan lebat di wilayah Pantura Jateng hingga 31 Januari
BMKG mengimbau kepada pengguna perahu nelayan untuk waspada apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Bagi operator kapal tongkang patut waspada apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 m meter. Sementara bagi nakhoda kapal feri, waspada apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir sekitar perairan terdampak, kata dia, juga diminta untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi serta terus mengikuti perkembangan informasi terkini dari BMKG.
Baca juga: BMKG: Hujan sangat lebat--ekstrem berpotensi guyur sejumlah daerah
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































