Jakarta (ANTARA) - Direktur Teknik akademi sepak bola Binna Banua FC (BBFC) Gendut Doni Christiawan mengatakan pihaknya mempunyai mimpi untuk mengantarkan talenta-talenta muda binaannya ke level nasional.
"Ya impian saya yaitu mengantar pemain-pemain ini bisa ke level nasional. Nasional saja, ya. Apalagi di usia muda," kata Gendut Doni ketika ditemui awak media di Tangerang Selatan, Kamis.
Untuk mencetak pemain-pemain yang mampu bersaing di level nasional, BBFC menerapkan program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang dibutuhkan pemain sejak usia dini.
Kurikulum di BBFC berfokus pada pengembangan teknik individu, pemahaman taktik, daya tahan fisik, hingga pembentukan mentalitas juara. Metode yang digunakan adalah Filanesia, sebuah kurikulum dan fondasi taktis sepak bola yang diciptakan PSSI untuk menjadi ciri khas karakter permainan tim nasional Indonesia.
Dalam beberapa waktu terakhir, BBFC juga telah memiliki sejumlah pemain yang mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi timnas Indonesia kelompok umur. Meski belum ada yang berhasil menembus skuad tim utama, Gendut Doni menyebut hal tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang terus mereka jalankan.
Baca juga: Akademi Binna Banua FC resmikan lapangan sepak bola berstandar FIFA
"Ya, memang perjalanannya waktu tiga tahun ini memang kita ya belum. Ada sempat beberapa pemain yang dipanggil seleksi saja. Seleksi timnas, tapi tidak ini. Ya intinya, nanti harapan saya, harapan pimpinan juga, akan menuju ke sana. Kita akan support untuk tim nasional," kata Gendut Doni, yang dulu semasa menjadi pemain pernah menjadi top skor Piala Tiger 2000 bersama timnas Indonesia tersebut.
Untuk menambah jam terbang pemain binaan mereka, BBFC aktif mengikuti berbagai turnamen usia muda. Selain menjadi wadah bagi pemain untuk mendapatkan pengalaman bertanding, kompetisi tersebut juga menjadi kesempatan bagi BBFC untuk mengukur hasil pembinaan yang dilakukan.
Sejumlah prestasi pun berhasil diraih BBFC dari berbagai kompetisi tersebut, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di nasional, mereka pernah menjadi juara Piala Menpora U12 tahun lalu, kemudian misalnya di Liga Topskor, empat tim BBFC yaitu U13, U14, U15, dan U16, tahun ini masuk ke final.
Sementara di tingkat internasional, BBFC tercatat menjadi juara turnamen usia muda U14 di Malaysia bertajuk KFAM International Youth Cup pada Juni lalu.
Baca juga: PSSI berencana bangun pusat latihan tim nasional usia dini di daerah
Dalam mendukung munculnya talenta-talenta muda berkelas, pelatih di BBFC dihuni oleh jajaran pelatih dengan lisensi kepelatihan mulai dari D hingga A-Pro.
Menurut Gendut Doni, keberadaan pelatih dengan lisensi tersebut menjadi salah satu daya tarik BBFC sekaligus menunjukkan keseriusan akademi dalam membina pemain dari usia grassroots.
Adapun, selain Gendut Doni, eks timnas Indonesia yang berada di BBFC adalah Hermansyah, kiper legendaris tim Garuda era 1980-an. Selain dua nama itu, ada juga Yunan Helmi yang pernah menjadi asisten pelatih timnas U23 Indonesia dan juga klub Barito Putera.
"Lisensi mulai dari D sampai A Pro. Tentunya ini kan jadi semacam daya tarik. Oh, ini pelatih lisensi tinggi, mau turun ke usia grassroots. Nah, ini yang jadi istilahnya target saya ini ya mengantar anak-anak didik saya dari Binna Banua ini ke jenjang yang lebih bagus," tutur Gendut Doni.
Baca juga: Ketum PSSI: Prabowo komitmen dan konkret majukan sepak bola usia dini
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































