BGN hentikan sementara operasional SPPG Watubangga Kendari

5 hours ago 8

Kendari (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, setelah 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Kendari Mulyadi saat dihubungi, Minggu, mengatakan penghentian sementara distribusi MBG sejak Sabtu (19/9) itu kepada penerima manfaat tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi BGN.

"SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga telah mendapat Surat Pemberhentian Operasional Sementara dari Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN," katanya.

Mulyadi mengatakan selama penghentian sementara tersebut, SPPG Watubangga diminta tidak memproduksi maupun menyalurkan makanan kepada penerima manfaat MBG hingga ada keputusan lebih lanjut dari BGN.

Menurut dia, BGN belum menentukan batas waktu penghentian operasional karena masih melakukan evaluasi secara menyeluruh.

Saat ini, lanjut dia, SPPG Watubangga juga terus memantau kondisi para pelajar yang mengalami keluhan kesehatan guna memastikan mereka mendapatkan penanganan medis hingga pulih.

Berdasarkan data internal SPPG, sebanyak 57 pelajar mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG. Mereka mayoritas merupakan pelajar MTs Al Askar Kendari dan MA Al Askar Kendari.

"SPPG Kota Kendari Baruga Watubangga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan medis," ujarnya.

Mulyadi menambahkan BGN menanggung biaya pengobatan dan perawatan para pelajar di Rumah Sakit Bahteramas, Rumah Sakit Dewi Sartika, serta Puskesmas Lepo-Lepo.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Lepo-Lepo Baruga Dewi Sultriana mengatakan masih terdapat dua pelajar yang menjalani perawatan dari total 28 orang yang sebelumnya dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut.

"Kalau kesehatan mereka sudah membaik dari waktu mereka masuk, hanya keluhannya masih ada yang pusing-pusing," kata Dewi.

Ia mengatakan petugas puskesmas terus memantau kondisi kesehatan para pelajar, termasuk kondisi psikologis mereka karena rata-rata berusia 12 hingga 15 tahun.

"Termasuk kondisi psikologis mereka kami pantau, karena masih ada pelajar yang belum dijenguk sama keluarga mereka," ujarnya.

Menurut Dewi, para pelajar tersebut rata-rata berasal dari Kabupaten Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, dan Bombana berdasarkan data pada kartu layanan jaminan sosial mereka.

Baca juga: BGN sebut 126 SPPG di wilayah 3T Sultra rampung dibangun

Baca juga: SPPG Polresta Kendari resmi beroperasi layani 2.700 penerima MBG

Baca juga: BGN minta mitra SPPG di Sultra perbaiki kualitas dapur MBG

Pewarta: La Ode Muh. Deden Saputra/La Ode Ari
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |