Berjalan-Jalan sambil menikmati keindahan seni pahat di New Alamein

3 months ago 28

New Alamein (ANTARA) - Di bawah langit Mediterania, barisan pahatan putih berdiri di sepanjang area pejalan kaki di tepi laut di New Alamein, sebuah kota yang sedang berkembang (emerging). Bentuk-bentuk abstrak dan sosok-sosok manusia yang anggun berinteraksi dengan lautan dalam kesunyian, mengubah area terbuka untuk pejalan kaki itu menjadi galeri luar ruangan yang mencerminkan identitas modern New Alamein.

Ada lebih dari 20 patung besar, mulai dari bentuk-bentuk abstrak hingga figur manusia simbolis. Salah satunya adalah mahakarya dari seniman Mesir Wael El Shafey berjudul "Egypt: Motherhood and Continuity", yang memahat sosok ibu dan anak dari batu kapur Galala dengan lekukan berbentuk hati di antara keduanya sebagai simbol cinta dan kesinambungan.

Patung-patung tersebut merupakan hasil dari Simposium Pahatan Mesir (Egypt Sculpture Symposium) ke-10 yang ditutup pada Selasa (28/10), mempertemukan 22 seniman dari berbagai negara seperti Italia, China, Jepang, Turki, Meksiko, Georgia, dan Serbia.

Selama hampir tiga pekan, para seniman bekerja dengan batu kapur dan logam lokal untuk mengekspresikan visi masing-masing. Para seniman menyebut simposium ini sebagai ajang pertukaran ide lintas budaya yang memperkaya pengalaman mereka.

Pendiri simposium, Mohamed Hemida, menekankan tujuan kegiatan ini untuk membawa seni keluar dari galeri dalam ruangan agar masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan proses penciptaan karya. Warga lokal maupun wisatawan tampak berhenti sejenak untuk menyaksikan proses penciptaan karya-karya itu, merasa bangga dengan hadirnya seni di tengah kota mereka.

Dari patung kuda marmer yang tampak sedang berlari hingga elang dari besi daur ulang, seluruh karya ini nantinya akan menghiasi jalan, taman, dan ruang publik New Alamein, memperkaya lanskap kota dengan keindahan dan makna budaya yang hidup.

Dalam upacara penutupan, para pejabat memuji simposium ini sebagai langkah penting dalam membentuk identitas New Alamein sebagai kota yang mengedepankan perdamaian, seni, dan desain urban modern. Model ini diharapkan dapat diterapkan di kota-kota baru lainnya di Mesir.

Seorang pria memotret pahatan yang dibuat dalam Simposium Pahatan Mesir (Egypt Sculpture Symposium) di New Alamein City, Kegubernuran Matrouh, Mesir, pada 27 Oktober 2025. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Seorang seniman memahat dalam Simposium Pahatan Mesir (Egypt Sculpture Symposium) di New Alamein City, Kegubernuran Matrouh, Mesir, pada 27 Oktober 2025. (Xinhua/Ahmed Gomaa)

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |