Beijing (ANTARA) - Komisi sains-teknologi Beijing, bersama dengan lembaga dan perusahaan penelitian antariksa di kota itu, berencana membangun pusat data antariksa di orbit fajar-senja sekitar 700-800 kilometer di atas Bumi di masa mendatang, demikian laporan Science and Technology Daily pada Jumat.
Menurut pertemuan yang digelar pada Kamis (27/11) oleh Komisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kota Beijing dan Beijing Astro-future Institute of Space Technology, pusat data antariksa tersebut akan membentuk sistem terpusat berskala besar dengan kapasitas daya melampaui level gigawatt, yang mencakup daya komputasi antariksa, transmisi relai, dan subsistem kendali darat. Setiap subpusat dalam sistem ini akan mampu menampung klaster server dengan total kapasitas jutaan kartu.
Pusat data tersebut akan dibangun dalam tiga tahap. Per 2035, sebuah pusat data antariksa berskala besar akan didirikan untuk mendukung komputasi berbasis antariksa.
Pertemuan tersebut juga meluncurkan konsorsium inovasi untuk pusat data antariksa. Dipimpin oleh Beijing Astro-future Institute of Space Technology dan perusahaan-perusahaan afiliasinya, konsorsium ini mempertemukan 24 organisasi rantai industri.
Konsorsium inovasi tersebut akan berfokus pada pembangunan dan penerapan pusat data antariksa. Dalam hal integrasi industri dan pembangunan ekosistem, konsorsium itu akan mendorong integrasi pusat data antariksa dengan teknologi-teknologi mutakhir, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), komunikasi seluler, material baru, dan energi baru, sehingga mengembangkan model bisnis baru dalam aplikasi informasi antariksa.
Pengembangan satelit eksperimental generasi pertama untuk pusat data tersebut telah selesai dan dijadwalkan akan diluncurkan pada akhir 2025 atau awal 2026.
Komisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kota Beijing menyatakan bahwa pusat data antariksa ini merupakan integrasi strategis antara antariksa komersial dan AI.
Beijing akan meningkatkan dukungannya, memosisikan proyek ini sebagai arah utama pembangunan pusat inovasi iptek internasional, sehingga membantu membentuk rantai industri baru dan siklus komersial tertutup.
Pewarta: Xinhua
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































