Banjir di Jalan Raya Bogor picu kemacetan panjang hingga HEK

3 weeks ago 9

Jakarta (ANTARA) - Banjir di Jalan Raya Bogor arah Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramat Jati, Jakarta Timur, memicu kemacetan panjang hingga pertigaan HEK.

"Karena cuaca ekstrem belakangan ini, sehingga volume air dari Kali Baru banyak yang tumpah meluap ke Jalan Raya Bogor," kata Kasi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Kramat Jati, Amirudin Siburian di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin.

Dampak banjir tersebut menyebabkan antrean sejumlah kendaraan mengular mulai dari pertigaan HEK, Kramat Jati.

Adanya galian di bahu jalan menambah parah kemacetan arus kendaraan mengarah lampu lalu lintas (traffick light) Pasar Grosir Cililitan.

"Ini kendalanya sebenarnya Kali Barunya penuh, meluap Kali Baru. Itu di perumahan warga Kelurahan Cililitan, RT 1/RW 15 itu sudah masuk air, disebabkan karena ketinggian air di Kali Baru sudah tidak dapat menampung lagi. Airnya meluap ke jalan raya," katanya.

Baca juga: Polisi evakuasi guru yang sakit saat banjir di Pademangan

Menurut dia, karena durasi hujan cukup lama dan volume air sama tingginya dengan bibir Kali Baru, sehingga ada keterlambatan menurun.

"Dari pagi, durasi sekitar jam 08.00 WIB atau jam 09.00 WIB. Tapi ini sudah mendingan, sudah mulai surut. Ya mudah-mudahan Kali Baru-nya secepatnya surut. Kalau air di Kali Baru-nya sudah turun di bawah baru kami pompa," ujar Amirudin.

Untuk mengurangi debit air nantinya, pihaknya bakal berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat.

"Itu juga kita lagi koordinasi sama Pemadam (Damkar), dibantu sama pompa. Tapi percuma kita pompa kalau di sananya (kali) masih penuh. Menunggu di sana surut sedikit, baru kita pompa keluar ke Kali Baru-nya. Itu permasalahannya," katanya.

Baca juga: Banjir di Jakarta semakin meluas, kini 57 RT dan 39 jalan terendam

Hingga saat ini pihaknya belum melakukan pendataan terkait warga terdampak ada atau tidak.

"Warga saya tidak tahu persis ya, karena saya dari Kelurahan Kramat Jati. Infonya sih RT 1 RW 15 Kelurahan Cililitan (terdampak)," ucap Amirudin.

Amirudin menyebutkan, untuk mengatasinya pihaknya bersama tim Sumber Daya Air (SDA) sementara mencoba dengan pompa untuk mengurangi debit air yang ada di jalan agar akses lalu lintas lebih lancar.

"Dan kami juga lagi koordinasi dengan Damkar untuk pompa selanjutnya agar lebih mempercepat (penanganan) genangan air yang di jalan," kata Amirudin.

Sementara, pihaknya baru akan menurunkan satu unit pompa, karena memang kebetulan juga ada satu unit yang berfungsi.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |