Bahrain cegat 130 rudal, 234 drone sejak Iran balas serangan AS-Israel

5 hours ago 2

Istanbul (ANTARA) - Komando Umum Angkatan Bersenjata Bahrain menyatakan pihaknya telah mencegat 130 rudal dan 234 drone yang diluncurkan dari Iran ke wilayahnya sejak konflik pecah di kawasan Teluk Persia.

Dalam pernyataannya, Rabu, militer Bahrain mengatakan sistem pertahanan udara mereka terus menghadang gelombang serangan berturut-turut dari Iran, sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada demi keselamatan.

Warga Bahrain juga diminta menjauhi lokasi yang mengalami kerusakan atau benda mencurigakan, serta tidak mendokumentasikan operasi militer yang sedang berlangsung maupun titik jatuhnya puing rudal.

Pihak militer menekankan pentingnya memperoleh informasi dari sumber resmi dan memantau saluran komunikasi pemerintah guna menerima peringatan atau instruksi terkini.

Baca juga: IRGC klaim serang pangkalan AL AS di Bahrain dengan rudal dan drone

Dalam pernyataan yang sama, angkatan bersenjata Bahrain menegaskan bahwa peluncuran rudal balistik dan drone ke fasilitas sipil dan properti pribadi merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Serangan tersebut juga dinilai sebagai ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan kawasan, kata militer Bahrain.

Ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Serangan militer Iran itu menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar global dan penerbangan internasional.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Arab Saudi, Bahrain, dan UEA sebut telah cegat drone dan rudal Iran

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |