Jakarta (ANTARA) - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menceritakan pengalaman pribadinya saat menunaikan haji reguler pada tahun 2008 kepada para calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu.
Ia mengenang momen krisis air di dekat Jamarat yang memaksanya turun tangan membersihkan toilet umum.
"Waktu itu air mati berhari-hari. Toilet kotor luar biasa. Saat air menyala tengah malam, saya gelontor satu per satu kloset di satu lantai itu," ujar Menhaj Irfan Yusuf.
Kisah tersebut disampaikan bukan untuk pamer, melainkan sebagai tamparan keras bagi ego para petugas.
Baca juga: Menhaj: Petugas haji dilarang "layani atasan", fokus pelayanan jamaah
Menhaj pun meminta kepada lebih dari 1.600 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 Hijriah/2026 untuk membuang jauh-jauh rasa jijik atau gengsi saat melayani jamaah. Menhaj menekankan bahwa kepekaan sosial adalah kunci kenyamanan jamaah haji Indonesia.
Selain itu Menhaj juga menginstruksikan agar kebiasaan tanggap sampah dimulai sejak dari asrama diklat saat ini.
"Ada sampah, siapapun yang membuang, ambil! Ada kloset kotor, bersihkan! Jangan tanya siapa yang mengotori. Kebiasaan kecil ini akan berdampak besar saat di Saudi nanti," kata Menhaj Irfan Yusuf.
Baca juga: Menhaj bakal tindak tegas setiap penyelewengan penyelenggaraan haji
Isu sanitasi di Mina memang menjadi momok tahunan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada musim haji tahun 2024 dan 2025 keluhan mengenai tumpukan sampah dan toilet yang tidak berfungsi sempat viral di media sosial.
Dengan menekankan aspek kebersihan sejak masa pelatihan, penyelenggara haji tahun 2026 tampaknya ingin melakukan pendekatan preventif kultural.
Para petugas, termasuk tim Media Center Haji (MCH) dan tim kesehatan, kini dibebankan tanggung jawab moral tambahan untuk menjadi agen kebersihan di luar tugas pokok mereka demi kenyamanan jamaah haji.
Baca juga: Menhaj ingatkan 1.600 calon petugas haji tak main-main layani jamaah
Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































