Jakarta (ANTARA) - Audi mulai memproduksi model A2 e-tron di pabriknya di Ingolstadt, Jerman, pada Senin (14/9), beberapa hari setelah memperkenalkan mobil listrik tersebut kepada publik.
Menurut siaran Arena EV pada Senin (14/9), Menteri-Presiden Negara Bagian Bavaria Markus Söder menyaksikan unit-unit pertama Audi A2 e-tron keluar dari lini perakitan di fasilitas produksi tersebut.
Mobil berukuran panjang 4.324 mm, lebar 1.789 mm, tinggi 1.548 mm, dan jarak sumbu roda 2.768 mm itu mampu menempuh jarak hingga 423 kilometer berdasarkan Worldwide Harmonised Light-duty Vehicles Test Procedure (WLTP).
Audi menyampaikan bahwa waktu pengembangan A2 e-tron dapat dipersingkat hingga 21 bulan dibandingkan dengan proyek pengembangan kendaraan sebelumnya.
Percepatan pengembangan kendaraan dimungkinkan berkat penggunaan lebih sedikit komponen serta penerapan langkah-langkah untuk mengurangi kompleksitas, kebutuhan ruang, dan "upaya logistik."
Baca juga: SUV listrik Audi Q2 e-tron akan hadir setahun lebih awal
Audi untuk pertama kalinya menerapkan prinsip produksi yang disebut strings-of-pearls di pabrik Ingolstadt.
Sistem tersebut, yang sebelumnya diterapkan di fasilitas produksi Audi di Neckarsulm, Jerman, memungkinkan penentuan urutan kendaraan pesanan pelanggan enam hari sebelum proses perakitan dimulai.
Dengan demikian, pemasok dapat memproduksi komponen sesuai kebutuhan dan mengemasnya sesuai dengan urutan pemasangan.
Penerapan sistem itu meningkatkan efisiensi biaya produksi karena kebutuhan area penyimpanan jadi berkurang dan area pengaturan urutan tidak lagi diperlukan.
Baca juga: Penjualan Audi meningkat drastis berkat kendaraan listrik
Fasilitas produksi Audi di Ingolstadt juga memiliki tata letak yang fleksibel sehingga memungkinkan perusahaan untuk memproduksi bodi A2 pada lini yang sama dengan bodi A3.
Selain itu, dukungan robot digunakan dalam pemasangan roda dan pengambilan komponen logam lembaran berukuran kecil secara langsung dari "wadah berisi komponen yang tidak tertata" dan memasukkannya ke tahap produksi berikutnya.
Perusahaan juga menggunakan asisten berbasis kecerdasan buatan di fasilitas produksi kendaraan.
Chatbot rantai pasok disediakan untuk membantu karyawan mendapatkan informasi mengenai proses kerja dan dokumentasi, sementara chatbot pemeliharaan bisa "mendukung tim pemeliharaan dalam analisis kerusakan dan pencarian solusi."
Audi menyebut proses produksi A2 e-tron sebagai salah satu contoh transformasi perusahaan menuju proses manufaktur yang lebih sederhana dan lebih otomatis.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa pekerja manusia tetap memegang peranan utama dalam keberhasilan proses produksi. Teknologi hanya digunakan untuk membantu pekerja menjalankan tugas secara lebih terarah dan efisien.
Baca juga: Kia perkenalkan van listrik PV7, bisa angkut hingga 11 penumpang
Baca juga: Denza N8L listrik hadir dengan baterai 130 kWh, jarak tempuhnya 960 km
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

















































