ASDP dan Pemprov Aceh perkuat jalur logistik wilayah barat Indonesia

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh memperkuat jalur logistik wilayah barat Indonesia melalui pengoperasian lintasan penyeberangan Jakarta–Malahayati guna meningkatkan konektivitas, efisiensi distribusi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"ASDP terus memperkuat peran sebagai tulang punggung konektivitas antarpulau nasional," kata Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Aceh terkait pengoperasian lintasan penyeberangan Jakarta–Malahayati Aceh sebagai jalur strategis baru di wilayah barat Indonesia.

Penandatanganan kerja sama dilakukan Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir bersama Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Sabtu (23/5).

Yossianis menegaskan, pengembangan lintasan Jakarta–Malahayati bukan sekadar membuka rute baru, melainkan bagian dari transformasi layanan ASDP dalam memperkuat ekosistem long distance ferry (LDF) yang lebih efisien, modern, dan terintegrasi.

“Lintasan ini diharapkan menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi Aceh maupun kawasan barat Indonesia secara lebih luas,” ujar Yossianis.

Melalui kolaborasi strategis tersebut, ASDP dan Pemerintah Aceh akan mengembangkan layanan penyeberangan secara berkelanjutan, mulai dari pengoperasian dan pengelolaan armada kapal.

Selain itu penetapan tarif sesuai regulasi, pengembangan fasilitas pelabuhan pendukung, promosi pasar pengguna jasa, hingga peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan transportasi penyeberangan.

Ia menuturkan pengembangan layanan long distance ferry juga sejalan dengan arah transformasi bisnis ASDP dalam menghadirkan sistem transportasi logistik yang lebih kompetitif.

Skema distribusi berbasis penyeberangan jarak jauh dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya distribusi, memangkas waktu tempuh logistik, serta mendorong efektivitas operasional secara keseluruhan.

Yossianis menambahkan, langkah tersebut merupakan kontribusi nyata ASDP dalam mendukung arahan Presiden RI untuk menurunkan biaya logistik nasional menjadi 8 persen melalui sistem distribusi yang semakin efisien dan berdaya saing.

Saat ini, ASDP terus menjaga konektivitas wilayah Aceh melalui tiga lintasan penyeberangan utama, yakni Ulee Lheue–Balohan, Ulee Lheue–Lamteung, dan Ulee Lheue–Serapung dengan layanan armada KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu.

Sepanjang Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh tercatat melayani 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan melalui ketiga lintasan tersebut.

Dia menegaskan capaian itu menjadi bukti peran strategis transportasi penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik di Aceh.

“Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan transportasi penyeberangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Yossianis.

Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan kerja sama tersebut guna membuka akses transportasi laut yang terjangkau melalui layanan kapal ferry roro.

Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Aceh dan ASDP menjadi langkah penting untuk memastikan agenda pembangunan daerah berjalan selaras dengan penguatan konektivitas nasional.

"Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat terus dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif di masa mendatang," kata Nasir.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |