Arus balik Lebaran, kualitas udara Jakarta kembali memburuk

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Kualitas udara Jakarta pada puncak arus balik Lebaran, tepatnya Minggu pagi, kembali memburuk dan tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB, Jakarta masuk peringkat ketujuh terburuk di dunia.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 159 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5 atau masuk kategori tidak sehat.

Adapun kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Delhi, India dengan indeks kualitas udara di angka 198. Kemudian di urutan kedua diikuti Chiang Mai, Thailand dengan indeks kualitas udara di angka 183 dan di urutan ketiga ada Dhaka, Bangladesh di angka 174.

PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara termasuk debu, asap dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Rekomendasi kesehatan terkait kualitas udara saat ini selain mengenakan masker, juga menghindari beraktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor dan menyalakan penyaring udara.

Sebelumnya, PT Jasa Marga memproyeksi jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta saat puncak arus balik lebaran 2026 gelombang dua pada 28-29 Maret 2026 mencapai 285.000 unit.

Potensi penumpukan kendaraan dapat terjadi pada 29 Maret jika pergerakan sebelum periode puncak arus balik cenderung landai.

Baca juga: Jangan lupa pakai masker, kualitas udara Jakarta tak sehat Rabu ini

Baca juga: Pakai masker, kualitas udara Jakarta tak sehat Rabu pagi

Baca juga: Jasa Marga prediksi puncak arus balik 29 Maret capai 250.000 kendaraan

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |