Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta merumuskan strategi pusat belanja lewat konsep "Transformasi Rojali 2.0 – Rombongan Jadi Beli".
"Konsep 'Rombongan Jadi Beli' menegaskan bahwa pengalaman berbelanja kini bukan hanya transaksi, tetapi perjalanan sosial yang menciptakan nilai bersama atau komunitas," kata Ketua APPBI DPD DKI Jakarta Mualim Wijoyo di Jakarta, Jumat.
Dia menyebutkan sejumlah strategi perlu dirumuskan, terutama mengenai perubahan perilaku konsumen, tantangan era digital, serta peran kolaboratif antara pusat belanja dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat daya tarik retail guna meningkatkan perekonomian di Jakarta maupun nasional.
Saat ini, kata dia, era digital dan sosial retail menghadirkan peluang besar bagi pusat perbelanjaan untuk tumbuh melalui kreativitas dan kolaborasi.
"APPBI DKI berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat ekosistem retail yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat urban, khususnya generasi Milenial dan Gen Z," ujar Mualim.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo menambahkan saat ini Pemprov DKI telah memberikan wadah pelatihan dan pengembangan ratusan ribu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Dengan adanya wadah tersebut, diharapkan pelaku UMKM naik kelas sehingga dapat bersaing dengan produk-produk yang disukai dan menjadi pusat tren (trendsetter) di berbagai pusat perbelanjaan.
"Saat ini, Pemprov DKI mengajak UMKM binaan melakukan studi banding ke pusat belanja di dalam dan luar negeri agar UMKM dapat mengikuti bagaimana produk lokal dapat meningkatkan kualitasnya, sehingga menjadi menarik dan disukai, yang pada akhirnya dibeli oleh pengunjung pusat belanja," ucap Ratu.
Di sisi lain, Perwakilan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta Ellen Hidayat menekankan pentingnya pusat perbelanjaan agar mengikuti tren dengan menggelar kegiatan kekinian maupun mengundang pemengaruh (influencer).
"Setiap mall memiliki karakteristik masing-masing. Untuk meningkatkan traffic, mall dapat menggelar event sesuai yang sedang tren saat ini, sehingga menjadikan Rojali 2.0 (Rombongan Jadi Beli)”," tutur Ellen.
Baca juga: Festival Jakarta Great Sale capai total transaksi Rp15,98 triliun
Baca juga: APPBI DKI optimistis 200.000 pekerja terserap di pusat perbelanjaan
Baca juga: Festival Jakarta Great Sale 2025 bidik Rp15,5 triliun transaksi ritel
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































