Apa itu "new year anxiety"? Simak penjelasan dan cara mengatasinya

1 month ago 36

Jakarta (ANTARA) - Bagi banyak orang, pergantian tahun identik dengan pesta, refleksi diri, dan harapan baru. Namun, tidak sedikit yang justru merasa tertekan, cemas, atau kesepian saat memasuki tahun baru.

Bahkan, ekspektasi yang terlalu tinggi, baik dari diri sendiri maupun lingkungan, sering memicu rasa gagal, stres, dan kecemasan. Tekanan untuk punya resolusi “sempurna” atau kekhawatiran soal masa depan pun bisa membuat pikiran terasa penuh.

Jika merasakan hal ini, Anda perlu tahu bahwa kecemasan saat menyambut tahun baru adalah hal yang wajar. Namun, dengan pendekatan yang tepat, momen tahun baru bisa tetap dijalani dengan lebih tenang dan penuh rasa optimis.

Memahami new year anxiety dan penyebabnya

New year anxiety adalah perasaan cemas, stres, atau kewalahan yang muncul saat menghadapi pergantian tahun.

Kondisi ini termasuk dalam anticipatory anxiety, yaitu kecemasan yang muncul karena memikirkan hal-hal yang belum terjadi di masa depan.

Psikolog berlisensi Catherine Hallissey, seperti dikutip dari laman Stylist, menjelaskan bahwa kecemasan tahun baru bisa dipicu oleh banyak hal.

Mulai dari faktor seperti jadwal yang padat, tekanan finansial, hingga momen kebersamaan keluarga yang intens, sampai hal yang lebih dalam seperti pertanyaan tentang arah hidup dan pencapaian.

Belum lagi rasa kecewa karena target tahun lalu belum tercapai. Ketika semua itu bertemu dengan ketidakpastian di masa depan, kecemasan pun mudah muncul.

Berikut beberapa penyebab new year anxiety yang umum terjadi:

1. Sisa kelelahan liburan

Meski tahun baru sudah dimulai, tubuh dan pikiran bisa saja masih lelah karena persiapan perayaan, belanja, dan padatnya acara keluarga.

2. Tekanan finansial setelah liburan

Pengeluaran besar selama liburan sering memicu kekhawatiran soal kondisi keuangan di awal tahun.

3. Ekspektasi yang terlalu tinggi

Target besar dan perubahan hidup yang drastis juga bisa menimbulkan rasa takut gagal sejak awal tahun baru.

4. Tekanan untuk refleksi diri

Menilai pencapaian tahun lalu yang belum terwujud, sering berujung pada rasa tidak puas atau merasa tertinggal.

5. Pengaruh media sosial

Saat scroll media sosial dan melihat unggahan kesuksesan atau resolusi orang lain, dapat bisa memicu rasa perbandingan diri dan merasa tertinggal.

6. Kesadaran akan berjalannya waktu

Pergantian tahun juga kerap membuat sebagian orang lebih khawatir soal usia, tujuan hidup, dan masa depan.

7. Rasa kesepian atau kehilangan

Bagi yang sedang berduka atau merasa sendiri, suasana perayaan tahun baru bisa memicu rasa sedih.

Cara mengatasi new year anxiety

Berikut beberapa cara praktis yang bisa membantu meredakan kecemasan di awal tahun:

1. Hargai pencapaian diri sendiri

Fokus pada perjalanan diri sendiri, bukan kehidupan orang lain di media sosial. Setiap langkah kecil tetap layak dirayakan dan disyukuri.

2. Gerakkan tubuh untuk mengalihkan pikiran

Olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga juga bisa membantu memperbaiki suasana hati dan meredakan stres.

3. Tetap berhubungan dengan orang lain

Luangkan waktu untuk berbincang dengan orang terdekat atau ikut komunitas yang kamu sukai agar tidak merasa sendirian.

4. Latih mindfulness

Cobalah meditasi atau latihan pernapasan untuk membantu pikiran tetap fokus pada saat ini, bukan hanya terbebani dengan masa depan.

5. Habiskan waktu di luar ruangan

Menghirup udara segar dan menikmati alam dapat membantu menurunkan tingkat stres dan rasa khawatir berlebihan seseorang.

6. Buat tujuan yang realistis

Tidak perlu menciptakan resolusi besar. Mulailah dari target kecil dan fokus agar progres terasa lebih nyata dan terwujud.

7. Utamakan perawatan diri

Perawatan diri juga tak kalah penting, seperti tidur yang cukup, makan sehat, dan menjaga keseimbangan hidup dapat berpengaruh pada kesehatan mental.

8. Biasakan bersyukur

Menuliskan hal-hal yang patut disyukuri setiap hari agar mengubah fokus dari kekurangan ke hal positif.

9. Cari bantuan

Berbicara dengan teman, keluarga, atau profesional seperti psikolog bukan tanda kelemahan diri, namun bentuk kepedulian pada diri sendiri. Sehingga jangan segan untuk meminta bantuan atau sekedar bercerita.

10. Tentukan kebahagiaan versi diri sendiri

Jangan terjebak dengan standar kebahagiaan orang lain. Kebahagiaan adalah proses, dan kamu berhak menentukannya sendiri.

Baca juga: Asal-usul tiup terompet jadi tradisi perayaan tahun baru

Baca juga: Lirik lagu "We Wish You A Merry Christmas and A Happy New Year"

Baca juga: "Chinese New Year Fashion Exhibition" diharapkan pacu industri fesyen

Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |