Jakarta (ANTARA) - Transjakarta menyiagakan 10 unit angkutan malam hari (Amari) di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus balik libur Lebaran.
"Untuk persiapan khusus, kita bekerja sama dengan Transjakarta, ya, termasuk dengan Mikrotrans. Sekitar lima sampai 10 armada tambahan di luar reguler," kata Kepala Terminal Kalideres Nur Prasetyo saat dihubungi di Jakarta, Selasa malam.
Dia mengatakan Amari tersebut beroperasi mulai pukul 22.00 hingga 00.00 WIB.
"Itu untuk angkutan malam hari, dari jam 10.00 sampai jam 00.00," ujar Pras.
Sementara itu, dia mengungkapkan Terminal Kalideres mulai menunjukkan lonjakan arus balik libur Lebaran 2026 dengan total 1.609 penumpang tiba pada Selasa, mulai pukul 00.00 hingga 22.00 WIB.
Salah satu faktor penyebab lonjakan kedatangan penumpang itu, kata dia, yakni dimulainya hari kerja bagi sebagian masyarakat pada Rabu, 25 Maret 2026.
"Hari ini, terpantau terjadi kenaikan jumlah penumpang arus balik, karena besok sudah ada yang mulai masuk kerja," tutur Pras.
Baca juga: Arus balik Lebaran, lonjakan penumpang terjadi di Terminal Kalideres
Menurut dia, jumlah tersebut meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan dengan jumlah penumpang tiba pada Senin (23/3), yang hanya mencapai 780 orang.
Ribuan penumpang tersebut tiba dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Tengah hingga Banten.
"Untuk saat ini, yang terbanyak itu dari Jawa Tengah, yang kedua itu dari Sumatera, yang ketiga tetap dari Jawa Barat, lalu Jawa Timur dan Banten," ucap Pras.
Lebih lanjut, dia mengatakan jumlah penumpang arus balik akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada Jumat, 27 Maret 2026.
"Diprediksi arus puncaknya itu H+5, sama seperti tahun lalu," pungkas Pras.
Baca juga: 14 ribu pemudik berangkat dari Terminal Kalideres
Baca juga: Posko pengaduan kekerasan perempuan-anak siaga di Terminal Kalideres
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































