Anthropic bangun lab penelitian biologi untuk eksperimen nyata

23 hours ago 9

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan kecerdasan artifisial (AI) asal Amerika Serikat Anthropic dikabarkan telah membangun laboratorium untuk penelitian biologi di wilayah San Fransisco Bay Area untuk melakukan eksperimen nyata.

Diwartakan oleh Engadget, Jumat (18/9), keberadaan laboratorium tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Ilmu Hayati Anthropic Eric Kauderer-Abrams.

"Kami percaya bahwa untuk melakukan penelitian biologi, ujian terakhir masih dan akan tetap dilakukan di laboratorium nyata untuk sementara waktu," kata Kauderer-Abrams.

Dia juga mengatakan bahwa meskipun Anthropic melakukan pekerjaan laboratorium secara internal, mereka juga bekerja sama dengan pihak eksternal jika memang diperlukan.

Baca juga: OpenAI, Anthropic, dan Google bahas penguatan aspek keamanan AI

Kauderer-Abrams tidak merinci secara spesifik apa yang sedang dikerjakan Anthropic, tetapi, perusahaan tersebut meluncurkan program penemuan obat bernama Claude Science pada bulan Juni 2026. Anthropic mengatakan bahwa mereka tertarik melakukan penelitian yang tidak akan dilakukan oleh perusahaan farmasi karena kemungkinan besar tidak akan menguntungkan secara finansial.

Namun, seorang juru bicara dari Anthropic mengatakan kepada media lain bahwa laboratorium tersebut tidak dibuat khusus, atau mungkin hanya untuk penemuan obat.

Meskipun belum jelas jenis pekerjaan apa yang dilakukan Anthropic di laboratorium baru tersebut, Kauderer-Abrams mengatakan dia percaya kecerdasan buatan dapat mempercepat penemuan pengobatan untuk kondisi yang sebelumnya dianggap terlalu sulit untuk diobati.

Misalnya, AI dapat membantu mempercepat pengembangan terapi yang kompleks dan tertarget.

Ada kemungkinan salah satu hal yang sedang dipertimbangkan Anthropic membangun lab itu adalah untuk membuat Claude mengendalikan robot fisik melakukan eksperimen ilmiah.

Namun, Kauderer-Abrams mengklarifikasi bahwa perusahaan tersebut masih dalam tahap awal penggunaan AI untuk mengotomatiskan pelaksanaan pekerjaan laboratorium dan pengawasan manusia tetap penting untuk keselamatan, setidaknya untuk saat ini.

Dia menegaskan bahwa Anthropic belum menjalankan uji klinis apa pun.

Anthropic sebagai perusahaan AI saat ini tengah menghadapi masalah kepercayaan dari publik, sama seperti perusahaan AI lainnya saat ini. Baru-baru ini terungkap bahwa perusahaan itu telah menandai dan menghentikan beberapa ilmuwan yang menggunakan model AI mereka untuk menciptakan potensi senjata biologis.

CEO Anthropic Dario Amodei juga menyerukan perlambatan pengembangan AI tingkat lanjut untuk mengurangi risiko kehilangan kendali atas sistem AI mutakhir.

Baca juga: Khawatir AI dapat musnahkan umat manusia, peneliti Anthropic mundur

Baca juga: China tegaskan keamanan AI di tengah seruan pelambatan

Baca juga: Alasan Peta Jalan AI nasional dirancang jangka menengah

Baca juga: OpenAI, Anthropic, dan Google bahas penguatan aspek keamanan AI

Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |