Anemia defisiensi besi bisa dicegah dengan memperhatikan asupan gizi

1 month ago 18

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. Luciana Sutanto, MS, SpGK (K), menilai asupan gizi perlu diperhatikan demi mencegah anemia defisiensi besi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis, dokter lulusan Universitas Indonesia itu menyampaikan anemia defisiensi besi termasuk dalam kategori anemia gizi yang erat kaitannya dengan asupan zat gizi yang tidak mencukupi.

"Kenyataannya memang kita masih mendapati anemia di Indonesia sangat tinggi, terutama anemia kekurangan zat besi (anemia defisiensi besi). Ini memang harus disikapi dengan pencegahan, terutama kesehatan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan,” kata Luciana.

Baca juga: Kehamilan dengan anemia berisiko sebabkan komplikasi pada ibu dan bayi

Gizi menjadi salah satu aspek yang perlu diperjuangkan dalam upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang berjalan optimal sejak awal kehidupan.

Perhatian pemenuhan gizi difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan, terutama pada ibu hamil mulai dari masa kehamilan hingga setelah kelahiran. Persiapan gizi sebaiknya dilakukan lebih dini seperti sejak masa remaja demi mencegah anemia.

"Sebelum itu, perempuan yang akan hamil memang harus dipersiapkan kesehatannya. Remaja putri itu penting sekali tahu gizi, tahu bahwa nantinya kalau mereka akan hamil dan melahirkan itu harus siap. Karena kalau tiba-tiba hamil, tapi, enggak sehat, perjuangannya menjadi lebih kompleks lagi,” tutur Luciana.

Presiden Indonesian Nutrition Association (INA) itu juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menyerap informasi seputar pola makan sehat yang kini semakin beragam.

Menurut dia, dalam menerapkan pemenuhan gizi bisa merujuk pada Pedoman Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan, di tengah maraknya informasi mengenai pola makan namun belum tentu benar. Pedoman tersebut telah mengatur kebutuhan nutrisi untuk berbagai kelompok, termasuk ibu hamil, perempuan dewasa, dan anak-anak.

Baca juga: Protein hewani mudah diserap tubuh dan bantu pertumbuhan anak

"Marilah kita mengacu kepada pedoman makan yang sehat ini dan bersama-sama mensosialisasikan karena banyak sekali informasi yang benar-benar menggiring ke arah yang tidak sehat," kata Luciana.

Luciana menekankan penting untuk memilih makanan yang banyak mengandung zat besi untuk mencegah anemia, seperti hati ayam, daging yang sejak lama dikenal sebagai makanan kaya zat besi.

Namun, seiring perubahan gaya hidup, Luciana menilai makanan komersial yang telah diperkaya zat besi juga dapat menjadi pilihan dimanfaatkan sebagai solusi praktis, selama tetap dipilih secara cermat.

Dia juga mengingatkan untuk mengonsumsi vitamin yang dapat mendukung penyerapan zat besi di dalam tubuh, salah satunya vitamin C.

Baca juga: Dokter: Rasa lemas dan cepat lelah bisa jadi tanda awal anemia

Baca juga: Kekurangan zat besi dapat turunkan IQ anak

Baca juga: Kenali gejala anemia yang pengaruhi perkembangan saraf dan otak anak

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |