Android bisa deteksi penelpon yang menyamar sebagai kontak pengguna

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Google menghadirkan sejumlah fitur baru untuk perangkat Android menjelang peluncuran sistem operasi Android 17 yang dijadwalkan meluncur akhir tahun ini.

Dilansir dari Engadget pada Selasa (2/6) waktu setempat, pembaruan tersebut mencakup fitur deteksi panggilan penipuan, fitur kecerdasan buatan (AI) pada Google Photos dan Google Play Books, hingga pembaruan Circle to Search dan Quick Share.

Dalam pengumuman resminya, Google memperkenalkan fitur deteksi panggilan palsu yang lebih canggih melalui aplikasi Google Phone.

Fitur tersebut akan memberi peringatan kepada pengguna apabila ada penelepon yang menyamar sebagai seseorang yang tersimpan di daftar kontak.

Baca juga: Samsung Galaxy M47 muncul di Geekbench, dibekali Android 16

Baca juga: Google perkenalkan Gemini Intelligence di Android

Ketika penelpon dan penerima sama-sama menggunakan Google Phone, perangkat penelepon akan mengirimkan sinyal verifikasi secara diam-diam dan real-time untuk memastikan panggilan benar-benar berasal dari perangkat milik penerima.

Proses verifikasi tersebut memanfaatkan teknologi Rich Communication Services (RCS) yang terenkripsi end-to-end sehingga tetap menjaga privasi pengguna.

Apabila aplikasi tidak menerima sinyal verifikasi tersebut, sistem akan menampilkan peringatan kepada pengguna agar segera mengakhiri panggilan karena berpotensi merupakan upaya penipuan.

Fitur deteksi panggilan palsu ini tersedia untuk perangkat Android 12 ke atas yang menggunakan aplikasi Google Phone. Selain fitur pendeteksi penipuan, Google juga memperluas akses aplikasi Personal Safety untuk pengguna berusia di bawah 13 tahun.

Melalui aplikasi ini, pengguna dapat menampilkan informasi medis dan kontak darurat pada layar kunci perangkat serta mengaktifkan fitur keselamatan seperti deteksi kecelakaan kendaraan.

Pada segmen produktivitas dan hiburan, Google menambahkan kemampuan AI baru pada Google Photos dan Google Play Books.

Google Photos kini memperoleh fitur "Wardrobe" yang memungkinkan aplikasi mengenali serta mengatalogkan pakaian yang pernah dikenakan pengguna dalam foto. Fitur tersebut juga dapat membantu pengguna mencoba pakaian secara virtual.

Saat ini, Wardrobe tersedia untuk perangkat tertentu di Amerika Serikat, India, dan Brasil yang menjalankan Android 10 atau versi lebih baru.

Sementara itu, Google Play Books kini dibekali fitur AI yang mampu memberikan informasi tambahan berdasarkan teks yang disorot pengguna serta membuat ringkasan atau rekap bacaan yang sedang dibaca.

Fitur AI pada Google Play Books mulai digulirkan untuk sejumlah judul buku berbahasa Inggris.

Google juga memperbarui fitur Circle to Search. Jika sebelumnya hanya dapat mengenali satu objek dalam gambar, kini fitur tersebut mampu mengidentifikasi dan mencari beberapa objek sekaligus dalam satu gambar.

Sedangkan untuk berbagi file, Quick Share kini diperluas ke lebih banyak perangkat Android. Solusi ini memungkinkan pengguna Android berbagi file dengan lebih mudah, termasuk untuk berinteraksi dengan perangkat Apple yang menggunakan AirDrop.

Tak hanya itu, Google turut memperbarui Emoji Kitchen pada aplikasi papan ketik Gboard. Pembaruan ini memungkinkan pengguna menggabungkan lebih banyak kombinasi emoji untuk menghasilkan stiker dan ekspresi baru.

Baca juga: Android Auto akan hadirkan fitur aplikasi media yang mudahkan pengguna

Baca juga: Google perbaharui Andorid Auto beri kemudahan bagi pengendara mobil

Baca juga: Dari sistem operasi ke sistem kecerdasan

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |