Jakarta (ANTARA) - Manfaat aplikasi Andal by Taspen dalam mempermudah akses dana pensiun telah dirasakan oleh lebih dari 3 juta peserta pensiun yang berasal dari seluruh penjuru Tanah Air sejak diluncurkan pada Januari 2025.
“Saya nggak kesulitan (pakai aplikasi). Memang mudah ini, gampang. Sekarang malah tinggal foto (selfie) aja,” ujar Nur Dewi (73), seorang pengguna aplikasi Andal by Taspen, yang ditemui di Kantor TASPEN Cabang Jakarta 2, Selasa (1/9).
Autentikasi penting untuk dilakukan secara berkala di awal bulan guna memastikan dana pensiun bulanan benar-benar diterima oleh penerima yang berhak.
Manfaat serupa juga dirasakan oleh Sunariyati (74) dan Siti Sutanti (81) yang telah menerima dana pensiun selama lebih dari satu dekade. Mereka merasa Andal by Taspen telah menghadirkan kemudahan untuk memeriksa manfaat yang diterima oleh para pensiunan.
Ketika menemukan kendala pun, baik Sunariyati dan Siti Sutanti merasa petugas TASPEN memberikan pelayanan optimal dan membantu mereka mengatasi permasalahan yang dihadapi.
“Sudah baik, TASPEN sudah baik. Harapannya, kalau ada apa-apa, semakin dipermudah,” ujar Sunariyati.
Berdasarkan perkembangan terbaru, hingga Agustus 2026, aplikasi Andal by Taspen telah mencapai 2,9 juta unduhan, menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan digital TASPEN oleh peserta.
Transformasi layanan tersebut juga tercermin pada tingkat kepuasan peserta. Pada 2025, indeks kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction Index/CSI) TASPEN mencapai 98,7 dengan kategori "Sangat Puas", sekaligus melanjutkan tren peningkatan kepuasan peserta selama empat tahun berturut-turut.
TASPEN menyatakan akan terus memperkuat transformasi layanan dan tata kelola perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta serta mendukung digitalisasi pelayanan publik.
Baca juga: Timor Leste belajar pengelolaan pensiun ASN dari TASPEN
Baca juga: TASPEN sediakan layanan unduh bukti potong pajak melalui TOS TASPEN
Baca juga: Bank Mandiri Taspen-ITB kembangkan ekonomi sirkular bagi pensiunan
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































