Jakarta (ANTARA) - Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko SPayLater Indonesia Anggie Ariningsih mengatakan aktivasi layanan "Buy Now Pay Later" (BNPL) atau "beli dulu bayar nanti" pada dasarnya terbilang mudah, sehingga pihaknya berjanji untuk selalu memitigasi risiko.
"Walaupun kreditnya meningkatnya lebih banyak, 'monitoring' kami di sini jadinya harus lebih hati-hati. 'Risk monitoring'-nya harus sangat hati-hati dengan mitigasi risiko yang kami juga monitor itu 'real-time'," kata Anggie saat acara Temu Wicara Media bertajuk "Mendorong Inklusi Keuangan Digital Indonesia bersama SPayLater" di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis.
Berdasarkan SLIK Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan BNPL pada Agustus 2025 menjadi Rp9,97 triliun dengan "NPF gross" sebesar 2,92 persen.
Angka itu menunjukkan peningkatan daripada Juli 2025 yang mencapai Rp8,81 triliun, namun kualitas kredit tetap dijaga, di mana "NPF gross" pada Juli 2025 (sebelumnya) sebesar 2,95 persen.
Anggie mengatakan data OJK menunjukkan walaupun tren BNPL-nya terus naik atau peminjam semakin banyak, tapi perusahaan pembiayaan berkomitmen untuk tetap menjaga agar orang-orang atau masyarakat memanfaatkannya dengan bijak.
"Jadi meskipun portofolio-nya naik, kami juga meningkatkan monitoring mitigasi resiko yang juga semakin cepat. Yang paling susah adalah memastikan kualitas pembiayaan kita tetap terjaga, nah ini yang paling penting, edukasi secara terus-menerus yang kami lakukan kepada masyarakat," kata Anggie.
Baca juga: Lyodra sebut dorongan inklusi keuangan digital sangat masif
Anggie mengatakan pada saat perusahaan pembiayaan menyanggupi untukk memberikan kredit, harapannya adalah kredit tersebut dipercaya akan dipergunakan untuk sesuatu yang bermanfaat atau bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.
"Jadi memang 'trust' itu sesuatu yang memang kami, di industri ini, terutama SPayLater, juga terus bangun setiap hari untuk bisa meningkatkan kepercayaan bagi masyarakat," kata Anggie.
Kemudian pihaknya juga menerapkan sejumlah sistem keamanan yang berlapis untuk mencegah peminjaman yang tidak bertanggung jawab, misalnya penipuan (scam) dengan modus kirim OTP hingga kode QR bayar.
"Jadi saya dan teman-teman SPayLater ini juga keliling Indonesia, benar-benar ngobrol sama semuanya dari semua lini, dari ibu-ibu, bapak-bapak, mahasiswa, itu semua kami edukasi bahwa keamanan ini paling penting jangan sembarangan klik, jangan ngasih pin, jangan ngasih OTP, hal-hal seperti itu memang harus diinformasikan ulang berkali-kali," kata Anggie.
Anggie menambahkan, SPayLater juga mempunyai tim dan sistem yang bisa mendeteksi jika ada pola penggunaan yang tidak wajar di akun-akun pelanggan, dan bisa mencegah jika akun berpotensi disalahgunakan.
"Pemantauan transaksi itu secara real-time, jadi tidak semudah itu untuk bisa bertransaksi jika tidak dengan intensi yang baik. Selain kami juga terapkan keamanan berlapis mulai dari enkripsi data, kemudian ada PIN, ada autentikasi biometrik, mungkin teman-teman sudah biasakan banget ya kunci akunnya pakai PIN sama biometrik," kata Anggie.
Anggie pun mengingatkan "gagal bayar" bukan sesuatu yang baik dan tidak akan baik untuk catatan konsumen di jangka panjang nantinya.
"Gagal bayar itu mungkin dianggap jadi solusi singkat untuk saat ini, tapi saat nanti itu akan sangat membawa kredibilitas kita terbawa sampai apapun dan itu tidak baik untuk kita nantinya. Jadi kami mengimbau kepada masyarakat Indonesia, ayo bayar tagihannya tepat waktu," kata Anggie.
Aktivasi layanan pembiayaan digital itu mudah dilakukan, hanya dengan syarat calon pengguna berusia minimal 18 tahun dan memiliki Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku, diikuti proses penilaian kelayakan kredit sebelum SPayLater-nya bisa diaktifkan.
Baca juga: SPayLater Bayar QRIS bikin hemat hadirkan diskon serba seribu
Baca juga: Promo SPayLater bayar QRIS, nikmati diskon hemat Serba Seribu
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































