Akses jalan lintas mulai dipulihkan pascabanjir bandang di Solok

6 hours ago 4

Solok (ANTARA) - Akses jalan nasional dan jalan provinsi di Kabupaten Solok, Sumatera Barat mulai kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan secara bertahap pascabencana banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada Senin malam (21/9/2022).

“Alhamdulillah, berkat koordinasi jajaran pemerintah daerah dan balai terkait, akses jalan provinsi maupun jalan nasional sudah mulai terbuka dan bisa dilewati pada pagi hari ini,” kata Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Kabupaten Solok, Selasa.

Mahyeldi menjelaskan penanganan darurat terus dipacu melalui kolaborasi antara Pemprov Sumbar, Pemkab Solok, unsur Forkopimda, Kapolda Sumbar, hingga jajaran balai teknis.

Baca juga: Satu korban banjir bandang Solok ditemukan meninggal satu masih hilang

Selain pembersihan jalur transportasi, prioritas utama saat ini difokuskan pada penanganan warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, bencana banjir bandang tersebut berdampak pada 100 hingga 150 unit rumah warga, dengan total warga terdampak diperkirakan mencapai 300 jiwa.

Selain itu, terdapat dua korban jiwa dimana satu diantara dua korban tersebut atas nama Daffi Arrahman (21) yang merupakan warga Kayu Aro Aia Baliang berhasil ditemukan.

Sementara satu korban lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang diperkirakan berjumlah 600 orang lebih.

Sebagai langkah penanganan cepat, Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dialihfungsikan menjadi posko pengungsian sementara yang menampung sekitar 50 warga.

Sementara itu, sebagian warga terdampak lainnya memilih mengungsi di rumah kerabat dan tetangga sekitar yang rumahnya tidak terdampak bencana banjir bandang tersebut.

Selain itu, dampak banjir bandang juga melumpuhkan sebagian fasilitas pemerintahan. Mahyeldi mengungkapkan terdapat 12 kantor dinas di lingkungan Pemkab Solok yang mengalami rusak berat, di antaranya Kantor Dinas Kesehatan serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Ada 12 kantor dinas yang rusak berat dan berpotensi mengganggu pelayanan. Kami sedang mencarikan solusi sementara agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti,” tuturnya.

Baca juga: SAR cari dua warga yang hilang akibat banjir bandang di Solok

Baca juga: Polda Sumbar kerahkan 300 personel bantu penanganan banjir di Solok

Terkait perbaikan sarana publik dan perkantoran, Pemprov Sumbar telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya untuk dukungan rehabilitasi serta rekonstruksi dari pemerintah pusat.

Pemprov bersama BNPB, Basarnas, dan Bappeda juga menerjunkan tim untuk mengevaluasi kelayakan kawasan perkantoran serta memetakan kondisi hulu di kaki Gunung Talang.

Mahyeldi mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi curah hujan tinggi masih berpeluang terjadi berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Untuk menyokong masa tanggap darurat, penanganan infrastruktur mendesak seperti perbaikan sayap jembatan dan pembersihan saluran air akan difokuskan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Bantuan logistik dari berbagai pihak, termasuk Pemprov Sumbar dan Bank Syariah Indonesia (BSI), juga telah disalurkan langsung kepada warga terdampak.

Pewarta: Rahmatul Laila/Fandi Yogari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |