Akademisi sebut buku berperan buka ruang publik

12 hours ago 8

Semarang, Jateng (ANTARA) - Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Prof Zainal Arifin Mochtar atau akrab disapa Prof Uceng mengatakan bahwa buku berperan membuka ruang publik.

"Karena buku itu kalau Anda baca, Anda membangun kesadaran, dan sebenarnya pada saat yang sama membuka ruangan ruang publik, ruang diskursus, ruang perdebatan, ruang wacana," katanya di Semarang, Jateng, Sabtu.

Hal tersebut disampaikannya saat diskusi dan press conference bertajuk "Gerakan Literasi untuk Republik" serta peluncuran buku kumpulan cerita "Cerita Khatulistiwa" di Gramedia Jalma Semarang.

Ia mengingatkan pentingnya keberadaan ruang publik di tengah semakin menyempitnya ruang publik fisik, seperti lapangan bermain anak atau lapangan olahraga.

"Kita sulit lagi menemukan misalnya lapangan untuk bermain bola buat anak-anak gitu. Sudah berubah menjadi lapangan futsal, padel, minisoccer yang orang mau akses harus bayar," katanya.

Padahal, kata dia, dulu banyak sekali ruang publik yang membuat orang bisa berkumpul dan beraktivitas bersama tanpa sekat pembatas.

Akhirnya, ia mengatakan saat ini orang-orang mulai berkumpul di komunitas masing-masing yang tidak bisa membuat orang lain bebas masuk.

"Makanya, saya katakan buku itu harusnya membuka. Makanya, pesta literasi ini kan cara untuk membuka ruang publik, ruang kesadaran," kata pakar tata negara itu.

A Fuadi selaku penulis buku kumpulan cerita "Cerita Khatulistiwa" membocorkan bagaimana kiat sukses menulis buku fiksi, yakni pertama buku harus memberi informasi baru.

Yang kedua, kata dia, buku harus menghibur, dan ketiga adalah memiliki kemampuan bagi pembaca untuk "melarikan diri" sejenak dari realitas kehidupan.

"Dia punya 'ability to escape'. Membuat pembaca itu bisa kabur aja dulu. Dari kisah hidup nyata dia sehari-hari dia pindah ke alam fiksi. Dan itu perlu," katanya.

Turut menjadi pembicara, aktivis yang juga cucu proklamator Bung Hatta, Gustika Jusuf-Hatta dan Andi Tarigan selaku Chief Executive Officer (CEO) Gramedia Pustaka Utama.

Pesta Literasi Indonesia tahun ini mengusung tema #MembacaRepublik dan berlangsung sepanjang bulan September-Oktober 2026 di empat kota besar, yakni Semarang, Jakarta, Kupang, dan Palembang.

Ketua Pelaksana Pesta Literasi Indonesia 2026 Immanuel Victorian Naffi menegaskan bahwa perluasan jangkauan keempat kota tahun ini merupakan respon atas tantangan akses literasi dan tingginya minat masyarakat di daerah.

"Rangkaian acara diawali dari Semarang pada 12 September di Gramedia Jalma Pandanaran yang ditandai dengan peluncuran buku kumpulan cerita 'Cerita Khatulistiwa' dan diskusi," katanya.

Rangkaian tersebut selanjutnya akan menyapa Jakarta pada 26-27 September di Urban Forest Cipete, dilanjutkan ke Kupang pada 17-18 Oktober, dan ditutup di Palembang pada 31 Oktober-1 November 2026.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |