Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menyebutkan 69 rumah mengalami kerusakan akibat banjir susulan melanda daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky di Aceh Timur, Senin, mengatakan banjir susulan tersebar di beberapa kecamatan, dengan dampak paling signifikan terjadi di wilayah yang sebelumnya telah terdampak banjir.
"Di Desa Alue Ie Mirah, Kecamatan Idi Tunong, tercatat 66 unit rumah warga mengalami rusak akibat terendam banjir," katanya.
Selain banjir, angin puting beliung menyebabkan kerusakan cukup serius sejumlah tempat tinggal masyarakat, di antaranya di Desa Buket Seuraja, Kecamatan Julok satu rumah guru dayah rusak berat.
Selain itu, dua balai pengajian dan dua rumah warga di Desa Blang Pauh Sa, Kecamatan Julok mengalami kerusakan akibat angin puting beliung.
Baca juga: Gubernur Sumbar ingatkan warga bahaya bencana susulan
Kerusakan rumah akibat angin puting beliung juga dilaporkan terjadi di Desa Keudundong, Kecamatan Darul Falah. Namun, berapa rumah yang rusak masih dalam pendataan.
Di Kecamatan Pante Bidari, sejumlah warga Desa Matang Pudeng sempat mengungsi ke balai pengajian dan rumah keluarga terdekat untuk menghindari risiko lanjutan akibat cuaca ekstrem.
"Alhamdulillah, kondisi saat ini banjir sudah berangsur surut. Sebagian besar warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing," katanya.
Pemkab Aceh Timur bergerak cepat menyalurkan bantuan berupa bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya kepada warga terdampak banjir susulan dan angin puting beliung.
Fokus pemerintah daerah saat ini diarahkan pada pemulihan kondisi masyarakat serta pendataan lanjutan terhadap dampak kerusakan.
"Pemkab Aceh Timur terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sekaligus melakukan langkah-langkah pemulihan pasca-bencana," katanya.
Ia menegaskan dalam peristiwa banjir susulan dan angin puting beliung tersebut tidak terdapat laporan korban jiwa.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap siaga dan segera mencari tempat yang aman apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi," kata Iskandar Usman Al-Farlaky.
Banjir susulan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur pada Rabu (7/1). Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya sungai dan merendam permukiman warga.
Berdasarkan data, banjir susulan berdampak pada 60 desa atau gampong di 11 kecamatan. Jumlah rumah warga terendam banjir tercatat mencapai 2.818 unit.
Selain itu, 104 kepala keluarga (KK) dengan total 324 jiwa sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Secara keseluruhan, total masyarakat terdampak mencapai 2.818 KK atau 11.488 jiwa.
Baca juga: BPBD: Banjir susulan rendam lima Kecamatan di Aceh Timur
Baca juga: Lima banjir bandang susulan terjadi di Maninjau Agam sepanjang Kamis
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































