Jakarta (ANTARA) - Pemerintah memaksimalkan layanan sebanyak 454 kantor cabang PT Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan sosial adaptif kepada korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara serta Sumatera Barat.
"Seluruh jaringan kantor pos di tiga provinsi tersebut agar proses penyaluran bantuan berjalan cepat dan tepat, target untuk tahap pertama ini setidaknya selesai semua sampai 15 Maret," kata Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris saat ditemui selepas rapat terbatas dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Kamis.
Pos Indonesia sampai dengan siang tadi pukul 12.00 WIB sudah menyelesaikan penyaluran dana bantuan adaptif kepada lebih dari 17 ribu keluarga penerima manfaat (KPM), dari total sasaran sebanyak 67 ribu KPM yang jadi penugasan tahap pertama dari Kementerian Sosial.
Haris menjelaskan bahwa ada tiga mekanisme penyaluran, yaitu penyaluran langsung di kantor pos, penyaluran kolektif di tingkat komunitas seperti kantor desa atau kelurahan dan kecamatan, serta layanan pengantaran khusus bagi penerima manfaat yang lanjut usia atau sedang sakit.
Baca juga: Pemerintah salurkan tiga jenis dana bagi korban bencana Sumatera
Selain itu, sistem pembayaran bantuan dilakukan secara digital sehingga penerima manfaat dapat mencairkan bantuan di Kantor Pos mana pun apabila sedang berada di luar daerah asal selama masa penyaluran berlangsung.
Dia mengharapkan, dengan mekanisme tersebut para penerima manfaat memperoleh bantuan sebelum Idul Fitri, sehingga dapat membantu pemulihan kondisi ekonomi keluarga terdampak bencana.
Ada tiga jenis dana bantuan sosial adaptif kebencanaan yang penyalurannya ditugaskan Kementerian Sosial kepada PT Pos Indonesia, total senilai Rp878,6 miliar untuk masyarakat korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Bantuan yang sedang disalurkan itu terdiri atas bantuan isian hunian (BIH) senilai Rp3 juta dan bantuan stimulan sosial ekonomi (BSSE) senilai Rp5 juta bagi keluarga terdampak untuk membantu pemulihan kehidupan pascabencana.
Baca juga: Penyaluran dana rehab di Nagan Raya tunggu kelengkapan administrasi
Berdasarkan data yang telah diverifikasi pemerintah pusat dan daerah, tercatat sebanyak 67.886 keluarga penerima manfaat (KPM) berhak menerima bantuan BIH dan BSSE dengan total anggaran Rp543,08 miliar.
Kemudian bantuan jaminan hidup yang disalurkan kepada 248.588 individu terdampak dengan nilai Rp450 ribu per orang setiap bulan, selama tiga bulan dengan total anggaran Rp335,5 miliar.
Baca juga: KPPN salurkan dana BOK Aceh Barat dan Nagan Raya Rp13,92 miliar lebih
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































