282 warga Jakut mengungsi akibat banjir

3 weeks ago 8
Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 282 warga dari dua kelurahan di Jakarta Utara mengungsi akibat banjir yang terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut pada Senin.

“Lokasi pengungsian ada di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, dan Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok hingga pukul 18.00 WIB,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta.

Di Kelurahan Lagoa ini ada 257 jiwa yang terdiri dari 256 kepala keluarga yang mengungsi di sejumlah lokasi. Lokasi pengungsiannya di Masjid Jamii Ar Ridho, Mushola Jamiyatul, Mushola Al Ikhlas, Kantor RW dan SDN 05 Kebon Bawang.

Sementara di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja ada 25 jiwa dengan 12 kepala keluarga (KK). "Warga mengungsi di Masjid Al Barokah dan Sekretariat RW 05,” kata dia.

Baca juga: Banjir di Daan Mogot Jakbar perparah kemacetan lalu lintas

Baca juga: Jakut kerahkan mesin pompa untuk atasi banjir

Saat ini ada sembilan RT di Jakarta Utara (Jakut) yang terendam banjir, yakni dua RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian air 20 sentimeter (cm).

Kemudian dua RT di Kelurahan Lagoa dengan ketinggian air setinggi 15 cm dan lima RT di Kelurahan Kebon Bawang yang terendam banjir setinggi 60 cm

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Petugas gabungan tersebut dikerahkan untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.

“Genangan ditargetkan surut dalam waktu cepat,” kata dia.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |