Moskow (ANTARA) - Sebanyak 14 petugas medis tewas akibat serangan terhadap pusat layanan kesehatan Lebanon pada Jumat, kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Sabtu.
"WHO telah mengkonfirmasi bahwa 12 dokter, paramedis, dan perawat tewas dalam serangan tengah malam di pusat layanan kesehatan primer Bourj Qalaouiyeh. Beberapa jam sebelumnya, dua paramedis juga tewas dalam serangan terhadap fasilitas kesehatan di Al Sowana," kata Ghebreyesus di X.
Sang Dirjen mengatakan pihaknya telah mencatat 27 serangan terhadap layanan kesehatan di Lebanon sejak 2 Maret, yang menelan 30 korban jiwa serta melukai 35 orang lainnya.
Sebelumnya Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 26 petugas medis, dan melukai lebih dari 50 orang sejak 2 Maret.
Hingga kini jumlah korban tewas telah mencapai 826 orang, dengan 2.009 lainnya terluka.
Pada 2 Maret, serentetan roket ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel, dengan Hizbullah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sebagai balasannya, tentara Israel kemudian melancarkan serangan besar-besaran ke daerah-daerah berpenduduk di seluruh negeri Lebanon, termasuk ibu kota.
Akibatnya, ratusan ribu warga mulai meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di daerah-daerah yang lebih aman di Lebanon.
Sumber: Sputnik
Baca juga: CENTCOM sebut AS serang 90 lebih target militer di Pulau Kharg di Iran
Baca juga: Satu warga Palestina tewas diserang pemukim Israel di Tepi Barat
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






![[MWC 2026] Menyambut Era "AI Calling": Visi Ookla untuk Standar Kualitas Layanan Suara Versi Terbaru](https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2026/03/22/Ookla-outlines-the-new-voice.jpg)



































